the hands free

Monday, February 11, 2013

Powered by TEMPE

Ada masakan yang membuatku selalu men-double-kan porsi makanku, yaitu masakan padang ...especially rendang. Tapi...ada juga masakan yang membuatku men-tripple-kan porsi...itulah 'tempe-penyet' !!

Secara 'sangat subjective' saya memberi 5 Bintang (strongly recommended) untuk segala menu Tempe, tapi saya bisa ngasih 6 Bintang (extremely recommended) untuk Tempe Penyet dan Mendhol Tempe.

Dan saya beri 7 Bintang (thank you sooo much) buat yang nraktir saya makan Tempe Penyet ... (hehehe...)

Untuk memaksimalkan nikmatnya menyantap masakan yang satu ini, paling mantap kalo tempe yang baru digoreng dengan kematangan 75% dan masih panas langsung di'penyet' di cobek setelah sebelumnya dipakai 'nguleg' sambal, plus nasi yang masih 'kebul-kebul'. Biarkan saja tempenya dicobek, gak perlu diunduh ke piring nasi, tapi cukup 'diteteli' sedikit demi sedikit sambil nyolek sambal- yang masih nempel dicobek ...

Resep Tempe Penyet, boleh klik disini.
 

Saya beruntung menggemari apapun menu Tempe, karena secara ekonomis harganya murah, sampai-sampai jarang ada menu tempe di restoran. Dan secara 'teknis', formula nya juga sehat.

Kandungan Gizi Tempe


Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram.
 

Baik untuk Semua Usia

Tempe merupakan hasil olahan kedelai melalui proses fermentasi. Selama proses fermentasi berlangsung, kedelai akan mengalami perubahan nilai gizi dan tekstur. Enzim pencernaan pun akan dihasilkan oleh Rhizopus oligosporus (kapang tempe) selama proses fermentasi berlangsung, itulah yang membuat tempe lebih nyaman di lambung.

Pengolahan kedelai menjadi tempe juga turut menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa, dua zat penyebab perut kembung. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam 100 gr tempe terkandung sekitar 20,8 gr protein, sehingga cocok dijadikan menu harian bagi Anda yang menerapkan diet tinggi protein.

Keutamaan tempe yang lain adalah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.
 

Sehat untuk Jantung

Dalam beberapa tahun terakhir, protein kedelai telah menjadi ikon baru dalam menjaga kesehatan jantung. Penelitian juga telah membuktikan bahwa kandungan protein dalam tempe dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 30-45 persen.
Seperti kita ketahui bahwa kolesterol jahat (LDL) adalah faktor penyebab tersumbatnya pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Penelitian juga menyebutkan bahwa tempe dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah, yang berguna untuk menekan jumlah kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.


Mengendalikan Gula Darah

Tempe juga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kandungan protein dan serat yang terdapat dalam tempe mampu mencegah naiknya kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya lebih berisiko mengalami aterosklerosis atau radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Inilah mengapa mengonsumsi tempe baik bagi penderita diabetes.
Mencegah Kanker

Kandungan serat dalam tempe tak hanya efektif untuk memperbaiki kinerja saluran cerna, tapi juga ampuh dalam mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker dan membuangnya dari dalam tubuh. Racun yang telah terikat tidak dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini.

So ... saya sangat bersyukur bahwa makanan kegemaran ini tidak salah kalau di konsumsi pagi, siang, dan sore ...setiap hari. Asal ada 'teman' tentunya ... :D


(food.detik.com ; duniafitnes.com ; wikipedia.org.id)

No comments: