the hands free

Thursday, May 30, 2013

Lampu Stop Kunang²


Lebih AMAN berkendara ...
Lebih EKSIS dijalanan ...

Untuk kesekian kalinya, saya membaca berita-berita seperti kutipan di facebook-nya Suara Surabaya E100 ini, dan kelihatannya frekuensi kejadiannya juga meningkat.



Terus terang saja, saya sungkan menayangkan foto-foto terjadinya kecelakaan motor ditotol truk atau bus ... terlalu 'vulgar' untuk ditayangkan.

Anyway ... saya sendiri juga pengendara motor yang sudah puluhan tahun bermotor, dan juga sudah bolak-balik notol motor orang lain, dan juga ditotol ....
Memang tidak bisa dipungkiri, pengalaman seperti itu sangat mudah terjadi apalagi di jam padat lalu lintas, ditambah kurangnya kewaspadaan karena lelah, dan belum lagi kalau perlengkapan navigasi standard kendaraannya bermasalah, seperti misalnya lampu rem yang tidak menyala.
Kalau sudah begitu, jangan nyalahin yang notol, karena mungkin mereka juga sama lelahnya dengan kita.

Di situasi itu yang 'crowded' kayak gitu, saya sendiri pun juga gak bisa rileks lagi berkendara motor dijalan. Dan mengharuskan konsentrasi penuh melihat ke depan dan ke kaca spion. Bukannya takut motor jadi babras, tapi lebih pada gangguan yang dirasakan oleh orang-orang lain yang terhambat kalau terjadi sesuatu dijalan raya.

Dengan pengalaman itulah saya coba berkreasi membuat perlengkapan navigasi motor tambahan supaya keberadaan kita lebih terlihat oleh pengendara lain, yang secara langsung akan meningkatkan keamanan kita dan orang lain dalam berkendara. Yang kemudian saya implementasi ke lampu stop pada helm, dan tentunya harus tanpa ada kabel penghubung antara helm dan motor.


3 keuntungan sekaligus yang bisa saya dapatkan menggunakan helm berlampu stop;
  1. Sebagai lampu stop tambahan sekaligus back-up jika lampu stop utama bermasalah
  2. Posisi lampu stop helm pada critical view sehingga lebih terlihat bahkan pada spasi jarak sangat dekat
  3. Sudah pasti akan jadi pusat perhatian, karena lebih kelihatan dan jelas berbeda dari lainnya ... :D

So ... Kalau anda seperti saya, sama-sama pengendara motor yang aktif, semoga kreasi saya ini membantu supaya anda lebih rileks dan lebih aman berkendara di jalan raya.

By the way ... lampu stop pada helm ini saya sebut Kunang², yang sudah saya ujicoba pakai dengan helm standard INK CX22. Sementara itu, saya juga siapkan beberapa desain helm yang 'pantas' dilengkapi dengan Kunang² yang saya sediakan jika anda juga membutuhkan navigasi yang lebih baik dari standard yang ada.

Bubaran Nonton Konser God Bless


Bagi saya, berkendara motor adalah sebuah pilihan untuk mensiasati kondisi jalan raya yang padat selain untuk lebih mengefektifkan waktu perjalanan dan juga penggunaan bahan bakar.

Berbeda dengan keadaan jalan raya 10 tahun lalu, saat itu berkendaraa motor dijalan raya bisa dinikmati dan terasa rileks. Kepadatan kendaraan di jalan raya masih memberikan ruang-ruang yang cukup untuk bisa menikmati berkendara. Namun kini, rasa nyaman berkendara motor di jalan raya tergantikan dengan perasaan rasa tegang dan kewaspadaan tinggi. Bukan masalah kriminalnya yang menegangkan, tapi justru karena jumlah pengguna jalan raya dan populasi kendaraan bermotor nya yang sudah meningkat sangat pesat.


Ketika saya masih di belia dulu, saya juga pernah merasakan kepadaan jalan raya seperti kepadatan jalan raya saat ini, tapi itu hanya terjadi setelah bubaran nonton konsernya God Bless atau Nicky Astria ... Ilustrasinya, jalan selebar 8 meter hanya bisa dilintasi dengan kecepatan 5 - 10 km/jam. But ...it was fun !!

Dan ketika keadaan 'bubaran konser' itu terjadi hampir setiap saat di jaman sekarang, saya hanya bisa teringat jaman-jamannya konvoi abis nonton konser, atau konvoi kampanye parpol. Belum lagi pas saat-saat nya libur panjang atau lebaran ... fuiihh ... fun abis dah !!!

Anyway ... memang ada sensasi tersendiri menikmati perjalanan rame-rame seperti itu, tapi juga bisa stress kalau konvoi nya terpaksa terjadi pada jam-jam berangkat kerja atau pulang kerja. Kalau sudah begini ... biasanya emosi dan ego menjadi mudah meledak, yang berakibat menurunnya konsentrasi dan kewaspadaan. Sehingga terjadi saling serobot atau saling notol dan bahkan tabrakan beruntun ... errghh!!! Kalau sudah begitu, makin repot dan merepotkan juga !!!
Masih mending kalau cuman ditotol pengendara motor lain, apalagi yang notol cewek. Bagaimana kalau yang notol itu trailer BBM berkapasitas 32.000 liter ... ?!?!?
Gak lucu, kan ???


Begitulah ... kondisi jalan raya yang bak 'bubaran konser' ini, suka atau tidak sudah menjadi bagian dari aktifitas kita. Dan kita tidak bisa mencegahnya, tapi kita bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi resiko dan meningkatkan kewaspadaan dijalan raya. Misalnya dengan memperhatikan perlengkapan navigasi standar yang ada di motor kita dengan memastikan semuanya beroperasi normal. Selain itu, kita juga bisa melengkapi perlengkapan navigasi standar itu dengan menambah perlengkapan seperti yang saya gunakan, yaitu lampu stop tanpa kabel pada helm, yang berguna untuk meningkatkan visibilitas pengguna jalan lain, terutama yang melaju dibelakang kita.


Kunang² di jalanan yang padat