the hands free

Thursday, February 28, 2013

Present Perfect Tense ...bag.2

Bagaimana Menggunakan Present Perfect Tense ?

Kalimat berbentuk Present Perfect Tense, adalah kalimat yang menjelaskan suatu peristiwa dimana keterangan waktu terjadinya tidak jelas. Untuk yang baru mempelajari bahasa Inggris, hal ini akan membingungkan antara Past Tense dan Present Perfect Tense.

Supaya lebih mudah membedakan Present Perfect Tense dengan Past Tense, cobalah pedoman panduan berikut ini :




Menceritakan Pengalaman

Misalnya begini, kamu pernah beberapa kali mendaki gunung. Dan sekarang, ada seorang teman yang mengajakmu mendaki gunung. Maka kamu akan memberitahunya bahwa kamu pernah beberapa kali mendaki gunung, tanpa mengatakan kapan tepatnya kamu mendaki gunung. Dan kalimatnya akan berbentuk Present Perfect Tense.

I have ever climbed several mountains. (Aku pernah mendaki beberapa gunung)
Dalam kalimat ini, tidak menjelaskan kapan kamu mendaki gunung, tapi ada ever yang menandakan pernah terjadi.


Contoh lain :
I have seen that movie before  => before menandakan pernah terjadi
She has already written some stories => already menandakan pernah terjadi
You have ridden the roller coaster few times => few times menandakan pernah terjadi

Menyatakan adanya Perubahan

Misalnya begini, Alvin menanam bibit tanaman anggur yang masih kecil. Setelah beberapa minggu kemudian, bibit tanaman anggur nya telah tumbuh dari ukuran awalnya yang masih pendek menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, kita bisa menggunakan Present Perfect Tense untuk menyatakan perubahan tinggi tanaman anggur si Alvin.

My grape has grown up higher.
Dalam kalimat ini tidak ada keterangan waktunya, tapi telah terjadi peristiwa perubahan karena pertumbuhan.

Contoh lain :
I have driven far away => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jarak
He has passed several racer => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan waktu
You have taken all my stuff => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jumlah

Menyatakan Kelengkapan / Penyelesaian

Misalnya, kita sedang mencari sebuah foto yang disimpan dalam sebuah album dari tumpukan album. Tentunya kita harus membuka album satu-persatu untuk menemukan foto yang kita inginkan. Setelah foto yang kita inginkan ketemu, maka kita bisa menyatakan penyelesaian pekerjaan itu dengan Present Perfect Tense.

I have search the albums to find this picture
Dalam kalimat ini tidak terdapat keterangan waktunya, tapi pekerjaan mencari foto telah selesai.

Contoh lain :
Harry has stacked the cartoons in warehouse => menyatakan penyelesaian menumpuk karton
You have sold the tickets to everyone => menyatakan penyelesaian penjualan ticket
She has set the room with some accessories => menyatakan kelengkapan menata ruangan

So ... marilah kita berlatih dulu, sebelum dilanjutkan ke bagian 3.
Klik disini, dan login jika sudah terdaftar. Jika belum, klik I am a student, dan lanjutkan dengan mengisi Group Code : aej0cs, dan kolom-kolom dibawahnya. Lalu Sign-up.

Okey Guys ... see you soon !!! 

Wednesday, February 27, 2013

Hobby = Profesi


Pernahkah terpikirkan untuk berkarir dari hobby ?
Yang berarti, membuat hobby menjadi profesi yang bisa menjadi ladang berkarir ?

Sudah banyak kita membaca artikel ataupun mendapatkan informasi-informasi yang menceritakan keberhasilan orang-orang yang berprofesi dari hobby-nya. Hobby-hobby yang telah berubah menjadi profesi itu sangat luas ruang lingkupnya, dari yang memiliki hobby keterampilan, keahlian, kolektor, dan sebagainya, tapi ada juga beberapa diantaranya yang memiliki hobby-hobby unik, dari kerajinan (craft) sampai hobby-hobby yang membutuhkan bakat (talent).

 

Bagaimana mereka-mereka itu bisa mengubah hobby-nya ? Padahal awalnya mereka-mereka itu 'amatiran' alias melakukan hobby-nya karena menyukai aktivitas itu, bahkan mungkin punya kecintaan pada hobby-nya, sampai kemudian mereka menjadi profesional di bidang hobby mereka.

Saya coba search and browse di internet, namun saya belum menemukan seseorang yang share mengkisahkan proses perjalanannya mengubah hobby menjadi profesi daripada aktifitas konsumtif. Mungkin mereka sudah sangat sibuk dengan profesi hobby-nya ... Namun demikian, mudah-mudahan kita masih bisa menapak-tilas jejak-jejak mereka yang berhasil mengalihkan hobby nya menjadi profesi.

Apakah hobby itu ?

Hobby adalah aktifitas yang rutin dilakukan untuk kesenangan, dan biasanya merupakan aktifitas yang sangat diminati bagi seseorang itu. Hobby yang dilakukan oleh seseorang itu biasanya bukan menjadi beban, tapi malah sebaliknya, bisa menjadi kesenangan, hiburan, bahkan refresing, meskipun untuk melakukannya terkadang juga dibutuhkan biaya.

Coba bayangkan, apa hasilnya jika seseorang itu bekerja tanpa beban, dan bahkan karena melakukan pekerjaannya itu justru akan membuatnya gembira atau menjadi 'refresh'. Bebas stress, kan ?

Seseorang yang menggandrungi hobby-nya, biasanya akan sangat memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang hobby-nya dengan sangat detail. Dan bahkan, dia akan memiliki pengetahuan dan terus memperluas wawasannya untuk menunjang hobby-nya.

Disebutkan dalam beberapa referensi, bahwa hobby dikelompokkan sebagai berikut ;
1. Mengoleksi
2. Rekreasi di luar ruang
3. Menampilkan seni
4. Membuat kreasi
5. Memasak
6. Mengerjakan taman
7. Membaca
8. Berolah raga

Bagaimana hobby beralih menjadi profesi ?

Dari beberapa informasi yang bercerita tentang pengalaman orang-orang yang berhasil dalam 'berprofesi hobby', saya menangkap beberapa hal penting dari yang mereka jejakkan dimana kemudian hobby-nya berubah menjadi sebuah karir profesinya. Mudah-mudahan langkah-langkah berikut bisa tepat meng-copy/paste cara-cara mereka menjadi 'berprofesi hobby'.

Langkah Pertama : Cermati

Sebelum kita men-serius-i hobby sebagai profesi, tentunya kita harus tahu dulu dan memastikan hobby kita sendiri. Untuk memastikannya, cobalah kita tinjau dulu bagaimana kita melakukan aktifitas hobby itu, dan jawab pertanyaan ini tanpa ragu-ragu, pernahkah kita merasa bosan melakukannya ? Jika tidak pernah merasa bosan, go head ...

Untuk menjadikan hobby sebagai profesi, dimana hobby menjadi aktifitas yang produktif, maka yang harus kita lakukan adalah mencermatinya terlebih dahulu. Maksudnya, kita cermati sehingga kita temukan 'pembeda' dari hobby kita dengan hobby orang lain, karena belum tentu hobby kita akan sama persis dengan hobby orang lain. Inilah yang akan menimbulkan ke-khas-an, yang mana ke-khas-an itu merupakan karakter yang spesifik dari kita sebagai individu yang sekaligus menjadi pembeda dengan individu lain. Setiap orang mempunyai ke-khas-an nya sendiri-sendiri, dimana kemudian ke-khas-an ini akan ter-ekspresi pada setiap hasil kreasinya, termasuk hobby.

Jadi, cermati hobby kita dan temukan ke-khas-annnya, karena disitulah kita akan 'bersenyawa' dengan hobby kita sendiri. Ini adalah 'senyawa' penting yang harus ada yang nantinya akan membuat diri kita sangat menguasai dan memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap aktifitas yang kita lakukan.

Langkah kedua : Share it !

Setelah kita cukup dalam mencermati hobby kita itu, cobalah untuk banyak share dengan orang lain tentang segala sesuatu nya dalam hobby yang kita lakukan.

Mengapa share ini menjadi penting ?

Agar supaya hobby bisa beralih menjadi aktifitas produktif, maka kita harus memberikan nilai tambah pada hobby, dan share adalah salah satu nilai tambah yang penting.
Syarat penting dalam upaya ini adalah 'keberadaan / eksistensi'. Keberadaan kita adalah sangat penting untuk diketahui oleh orang lain bahwa kita melakukan suatu aktifitas dan perhatian yang serius pada hobby kita. Dengan demikian, opini publik akan memberikan label sekaligus menjadikan keberadaan kita sebagai alamat yang bisa diakses. Keberadaan inilah yang harus betul-betul dirawat dengan konsisten supaya menimbulkan kepercayaan yang akan menunjang kelanggenan eksistensi kita. Semakin kita eksis, maka akan semakin besar nilai tambah yang kita berikan pada aktifitas hobby kita.

Banyak yang bisa kita share dengan orang lain mengenai hobby kita. Contoh sederhana, hobby menikmati musik. Sekalipun kita sama sekali tidak bisa memainkan satu alat musik, bukanlah masalah jika kita share sebuah resensi tentang musiknya sendiri, atau mungkin komposernya, atau bahkan kita hanya membahas tata bahasa syairnya. Yang penting kita share apapun aktifitas yang benar-benar kita sukai.

Share saja ke semua orang dimanapun dan kapanpun selama ada kesempatan untuk melakukannya, karena dengan begitu, kita akan menegaskan 'label' yang kita buat semakin melekat dengan kita sendiri. Apalagi disaat sekarang ini, telah tersedia banyak sarana yang bisa digunakan sebagai media sharing. Entah itu online ataupun offline.

Langkah ketiga : Konsisten

Ketika kita berpikir untuk menekuni hobby sebagai aktifitas produktif. Maka akan menjadi relevan jika kita memberlakukan hobby kita dengan manajemen yang lebih tertata rapi. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan membantu kita menjaga konsistensi aktifitas yang kita lakukan. Dengan demikian, aktifitas hobby yang kita sudah pilih untuk menjadi aktifitas karir itu akan lebih serius diperhatikan dan memantapkan kedudukannya. Maka disitulah hobby kita bisa bermutasi menjadi aktifitas produktif, dan sekaligus menjadi komoditi yang bisa memberikan nilai tambah produktif juga. (callmedzul)


Source :
Hobby, wikipedia.org

Make Your Hobby Work for You, How to Turn your Pastime into a career,
Dawn Rosenberg McKay, about.com

A Hobby or A Career,
Frank Indiviglio, netplaces.com

5 Reasons Why Picking Up a Hobby is Good for your Career,
Shweta, careerbright.com

Hobby or Business, smallbusiness.wa.gov.au

Friday, February 15, 2013

Mengikis Kekecewaan di Masjid Cheng Hoo - Pandaan

10 Februari 2013,
Jalan-jalan dengan bermotor bareng anakku, aku mengajaknya mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo, aku pikir - mungkin - akan ada perayaan Implek disana. Tapi ternyata tidak ada, malah siang itu terlihat tidak banyak kendaraan yang parkir di halaman masjid seperti biasanya kalau pas hari libur, bahkan juga tidak ada bus-bus wisata yang parkir disana.

Aku berharap ini adalah kesempatan bagus untuk men-shot Masjid Cheng Hoo yang terlihat lengkap dari arah depan. Tapi rupanya aku kurang beruntung, karena tepat tegak lurus di arah depannya ada sebuah parit. Itulah sebabnya aku hanya bisa men-jepret nya dari tepi parit. Dan itupun harus dilakukan dengan terburu-buru, karena titik-titik air mulai membahasi jaket dan kamera.

Dengan kondisi yang agak meleset dari keinginanku, ditambah lagi padatnya lalu-lalang kendaraan-kendaraan yang melintas, aku mencoba keberuntunganku mengambil gambar dengan menggunakan fasilitas sekali jepret 5 gambar didapat. Dan syukurlah, dari gambar-gambar yang berhasil kutangkap, ada satu yang lumayan dari pada nggak ada yang lumayan :D ...inilah gambarnya :
  

Masjid Muhammad Cheng Hoo - Original shot


Memang ada beberapa kelemahan dalam gambar ini yang membuat 'tidak legowo' : 1) Hasil jepretan seperti berkabut, alias over exposure, warna-warna nya nampak kusam. 2) Huruf "m" pada tulisan "Muhammad Cheng Hoo" hilang satu. 3) Lintasan kabel-kabel di depan masjid yang carut-marut. 4) Ada pengemis yang sedang melintas di sayap kiri masjid.

Kalau sudah begitu, untuk seorang photographer professional, kemungkinan besar akan mengulang pengambilan gambarnya. Untung saja aku baru amatiran. Apalagi amatiran dan jarang-jarang 'nembak' :D

Anyway, untuk mengikis rasa kecewa yang memilukan ini, aku mencoba hibur diriku dengan mencoba memanipulasi hasil pengambilan gambarku. Aku berharap tools yang tersedia pada Photoshop bisa memfasilitasi percobaanku. Dan berikut ini beberapa langkah yang aku tempuh untuk membuat hasil jepretanku lebih mendingan dari sekedar apa adanya ;

Memperbaiki warna

Image > Adjustment > Level
Hasil foto yang kurang tajam dan warna-warna nya yang cenderung pucat-kusam, biasanya disebabkan karena overexposure. Overexposure itu kira-kira kayak mata yang mendelik melihat benda ketika matahari sedang cerah. Jadi silau, kan ?
Dari beberapa cara yang pernah aku coba mengurangi over-exposure ini, yang paling sederhana adalah menggunakan menu Image > Adjustment > Level. Lalu geser-geser saja slider-nya sampai dapat gambar yang lebih baik. Disitu tersedia adjustment untuk menaik-turunkan level Highlight, Midtone, Shadow, dan Black - White. Gampang, kan ?

Menambahkan huruf 'm'

Memang aneh jadinya, di masjid sebesar ini ada satu huruf signage yang hilang dan belum diganti, mudah-mudahan memang sedang 'under construction'.
Biarpun begitu ...biarpun ada 'm' yang hilang, untungnya masih ada 'm' yang tersisa dan masih terbaca "Muham ad". Dari 'm' yang tersisa inilah yang memungkinkan kita membuat 'm' tambalan dengan proses 'cloning'. Dan memang di dalam Photoshop, tools yang bisa digunakan untuk membuat duplikasi dalam satu frame adalah 'Clone Stamp Tool'.


Menambah "m", Masjid Muhammad Cheng Hoo

Anda bisa menemukan cara menggunakan Clone Stamp Tool di tutorial Photoshop, dan sementara itu, kita bisa melihat hasil 'cloning-an' ku berikut ini.


"m" sudah ditambahkan
Lumayan, kan ? Hampir gak ketahuan kalau itu tambalan :D


Membersihkan kabel-kabel listrik

Kabel jaringan listrik, ini betul-betul objek yang tidak bisa dihindari ikut 'mejeng' di dalam frame. Kalau yang satu ini, photographer profesionalpun pasti enggan menyingkirkan dulu. Mau atau tidak, kabel-kabel itu pasti ikut di-shot. Dan proses editing yang kemudian akan menyingkirkan kabel-kabel itu dri frame.
Membersihkan kabel-kabel di depan Masjid Muhammad Cheng Hoo


Aku tetap mengandalkan Clone Stamp Tool yang sama dengan proses meng-cloning 'm' tadi. Cara-nya pun sama persis, hanya saja untuk menghilangkan kabel-kabel ini dari frame, dibutuhkan kejelian memilih titik-titik yang akan dipakai cloning.
Secara prinsip, proses menghilangkan kabel ini bukan 'menghapus', tapi 'menindih'. Maksudnya, objek-objek kabel yang nampak di frame kita tindih dengan objek-objek tertentu yang kita ambil dari frame yang sama. Disinilah dibutuhkan kejelian, ketelitian dan kesabaran memilih titih yang akan digunakan untuk menindih. Sehingga foto yang kita edit itu terlihat sangat natural.
Contohnya kabel yang melintas di kubah masjid  yang berwarna ke-emasan. Aku menutup objek kabel dengan mengambil sampling warna kubah emas di areal yang 'bersih', tapi tetap harus memperhitungkan titik-titik yang tepat untuk diambil mengingat bentuk kubahnya meng-kerucut. Hasilnya, bisa dilihat dilihat digambar diatas. Not bad, yaa ...

Dan untuk yang terakhir, menutup objek 'pengemis' yang berada di sayap kiri halaman masjid. Kita lakukan proses yang sama persis dengan menghilangkan kabel-kabel jaringan listrik.
Prosesnya bisa terlihat seperti dibawah ini ;  



All clear now ...

Sekarang ...
Masjid Muhammad Cheng Hoo ku, sudah ditajamkan warnanya,  sudah punya 'm', jaringan kabel-kabelnya juga sudah bersih, dan pengemisnya sudah berteduh di tempat lain.

Coba bandingkan dengan foto original shot diatas ... jelas sekali perbedaannya.
 

Masjid Muhammad Cheng Hoo - Edited image


Aku kira sudah jauh mendingan dibanding hasil jepretan asli-nya.
Tapi kayaknya, langit yang mendung itu perlu di-manipulasi juga supaya kelihatan lebih kaya warna.

... to be continue aja yaa... 

Monday, February 11, 2013

Present Perfect Tense ...bag.1

Kalimat yang menceritakan kejadian yang pernah terjadi di waktu yang sudah lewat yang tidak pasti kapan terjadi.


Misalnya :
Aku telah menonton film itu di televisi ====> tidak jelas kapan menontonnya
Dia telah mempelajari pengetahuan itu di Australia ====> tidak jelas kapan sekolahnya
Teman-teman sudah mengumpulkan uang untuk sumbangan ===> tidak menjelaskan waktunya

Dalam Bahasa Inggris, kalimatnya akan tersusun dengan aturan


Subject + has/have + past participle

Past participle adalah bentuk Verb ke-3 dari irregular verb, contoh nya ;
  • buy bought bought
  • cook cooked cooked
  • drive driven driven
  • eat ate eaten
  • go went gone
  • do did done
  • sing sang sung
  • write wrote written
  • read read read          ...etc
Klik disini untuk melihat daftar irregular verb yang lebih lengkap.
 Contoh kalimat nya ;
  1. I have sawn that movie in television
  2. He has studied that knowledge in Australia
  3. Our friens have collected money for charity

PENTING untuk diingat...!
Kalimat Present Perfect Tense menjelaskan peristiwa yang terjadi diwaktu-waktu yang lalu dan tidak menentu sebelumnya. Kalimat Present Perfect TIDAK BISA digunakan menjelaskan kejadian yang waktu terjadinya sudah jelas, misalnya ; yesterday, one year ago, last week, when I was a child, when I lived at Surabaya, at that moment, one day, that day, etc. Kita BISA menggunakan Present Perfect dengan keterangan waktu yang tidak pasti, misalnya ; ever, never, once, many times, several times, before, so far, already, yet, etc.

Contoh nya ;
  • I have ever met him before
  • Nobody has never known about the story
  • People have not traveled to the Mars
  • Have you read this book ?
  • Tom already has had everything
  • Have you already gotten a gift ?
  • He has never known where he was born
Sepertinya, membuat kalimat Present Perfect Tense agak membingungkan dan sulit membedakannya dengan Past Tense, terutama jika baru mempelajari bahasa Inggris. Supaya lebih jelas dan mudah membedakannya, ikuti Present Perfect Tense ...bag.2

...to be continued : Bagaimana menggunakan Present Perfect




Powered by TEMPE

Ada masakan yang membuatku selalu men-double-kan porsi makanku, yaitu masakan padang ...especially rendang. Tapi...ada juga masakan yang membuatku men-tripple-kan porsi...itulah 'tempe-penyet' !!

Secara 'sangat subjective' saya memberi 5 Bintang (strongly recommended) untuk segala menu Tempe, tapi saya bisa ngasih 6 Bintang (extremely recommended) untuk Tempe Penyet dan Mendhol Tempe.

Dan saya beri 7 Bintang (thank you sooo much) buat yang nraktir saya makan Tempe Penyet ... (hehehe...)

Untuk memaksimalkan nikmatnya menyantap masakan yang satu ini, paling mantap kalo tempe yang baru digoreng dengan kematangan 75% dan masih panas langsung di'penyet' di cobek setelah sebelumnya dipakai 'nguleg' sambal, plus nasi yang masih 'kebul-kebul'. Biarkan saja tempenya dicobek, gak perlu diunduh ke piring nasi, tapi cukup 'diteteli' sedikit demi sedikit sambil nyolek sambal- yang masih nempel dicobek ...

Resep Tempe Penyet, boleh klik disini.
 

Saya beruntung menggemari apapun menu Tempe, karena secara ekonomis harganya murah, sampai-sampai jarang ada menu tempe di restoran. Dan secara 'teknis', formula nya juga sehat.

Kandungan Gizi Tempe


Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram.
 

Baik untuk Semua Usia

Tempe merupakan hasil olahan kedelai melalui proses fermentasi. Selama proses fermentasi berlangsung, kedelai akan mengalami perubahan nilai gizi dan tekstur. Enzim pencernaan pun akan dihasilkan oleh Rhizopus oligosporus (kapang tempe) selama proses fermentasi berlangsung, itulah yang membuat tempe lebih nyaman di lambung.

Pengolahan kedelai menjadi tempe juga turut menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa, dua zat penyebab perut kembung. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam 100 gr tempe terkandung sekitar 20,8 gr protein, sehingga cocok dijadikan menu harian bagi Anda yang menerapkan diet tinggi protein.

Keutamaan tempe yang lain adalah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.
 

Sehat untuk Jantung

Dalam beberapa tahun terakhir, protein kedelai telah menjadi ikon baru dalam menjaga kesehatan jantung. Penelitian juga telah membuktikan bahwa kandungan protein dalam tempe dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 30-45 persen.
Seperti kita ketahui bahwa kolesterol jahat (LDL) adalah faktor penyebab tersumbatnya pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Penelitian juga menyebutkan bahwa tempe dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah, yang berguna untuk menekan jumlah kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.


Mengendalikan Gula Darah

Tempe juga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kandungan protein dan serat yang terdapat dalam tempe mampu mencegah naiknya kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya lebih berisiko mengalami aterosklerosis atau radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Inilah mengapa mengonsumsi tempe baik bagi penderita diabetes.
Mencegah Kanker

Kandungan serat dalam tempe tak hanya efektif untuk memperbaiki kinerja saluran cerna, tapi juga ampuh dalam mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker dan membuangnya dari dalam tubuh. Racun yang telah terikat tidak dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini.

So ... saya sangat bersyukur bahwa makanan kegemaran ini tidak salah kalau di konsumsi pagi, siang, dan sore ...setiap hari. Asal ada 'teman' tentunya ... :D


(food.detik.com ; duniafitnes.com ; wikipedia.org.id)

Saturday, February 9, 2013

Pil Tomat Yang Ampuh Melawan Kanker

Menurut para ilmuwan, pil yang mengandung bahan kimia yang ditemukan dalam kulit tomat ini dapat mengurangi risiko stroke dan memperlambat perkembangan kanker.


Laman The Telegraph menuliskan, pil ini disebut Ateronon, yang mengandung zat kimia lycopene, yang sebelumnya sudah terbukti mampu membantu memperlancar arteri yang tersumbat, dan salah satu manfaat kesehatan utama dari diet Mediterania.

Percobaan lebih lanjut juga menunjukkan bahwa obat alami ini mampu membuat pembuluh darah pasien lebih efisien, meningkatkan aliran darah dan melunakan arteri yang telah mengeras dengan usia.

Para peneliti percaya bahwa pil ini mungkin dapat membatasi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit jantung, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Pil ini mengandung senyawa lycopene yang telah dimodifikasi menjadi lebih mudah diserap oleh darah ketimbang versi alaminya yang ditemukan dalam tomat.

Ian Wilkinson, direktur unit uji klinis Cambridge University, mengatakan bahwa hasilnya ini merupakan kabar baik dan berpotensi sangat signifikan, tetapi membutuhkan lebih banyak percobaan.

Peter Kirkpatrick, penasihat medis untuk CamNutra, yang mengembangkan Ateronon, menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat keputusan yang pasti, namun hasil dari percobaan ini sudah jauh lebih baik dari yang mereka harapkan. (DuniaFitnes.com)

Buah dan Sayuran yang Ampuh Melawan Kanker

Seorang ahli gizi senior dari Boston, AS, telah mengungkapkan bahwa banyak buah-buahan dan sayuran yang bisa Anda masukkan dalam pola makan sehat untuk melawan kanker. 

Menurut penelitian, makan setidaknya satu buah apel sehari dapat membantu mencegah kanker tenggorokan, mulut, usus, paru-paru dan mungkin kanker payudara karena buah ini mengandung quercetin, nutrisi yang melindungi sel DNA dari kerusakan, yang bisa mengarah pada perkembangan kanker.

“Kuncinya, Anda sebaiknya memakan apel dalam keadaan mentah dan dengan kulit. Di situlah banyak nutrisi yang ditemukan,” ungkap Stacy Kennedy, ahli gizi dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston, AS.

Buah cranberry memiliki asam benzoat di dalamnya, yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan kanker paru-paru, kanker usus, dan beberapa jenis leukemia.

Sementara itu, sayuran berwarna-warni seperti bit, wortel, dan lobak memiliki warna dan rasa yang baik untuk kesehatan. “Semakin cerah dan banyak pigmen, semakin tinggi juga tingkat nutrisi yang ada dalam sayuran tersebut untuk melawan kanker,” kata Kennedy.

Menurut Kennedy, sayuran berdaun gelap adalah pilihan yang utama, karena kaya akan fitonutrien yang disebut indoles, yang merangsang detoksifikasi hati dan membantu melawan kanker. Sayuran gelap itu termasuk famili cruciferous, seperti brokoli, kol dan kubis Brussel.

Kennedy menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola makan kaya akan sayuran telah ditemukan memiliki risiko lebih rendah dari kanker paru-paru, prostat, dan perut.

Kennedy mengatakan bahwa pumpkin, labu, wortel, dan kentang manis sudah dikemas dengan nutrisi yang ampuh melawan kanker, karotenoid, yang dikaitkan dengan pencegahan kanker usus, prostat, payudara, dan paru-paru. (DuniaFitnes.com)

Tuesday, February 5, 2013

... biarlah hanya tissue toilet saja

P a p e r l e s s ...


Ditengah perkembangan peradaban yang sudah semakin praktis dan efisien ini, kenapa kita masih juga banyak menggunakan printer dan kertas untuk dokumentasi di kantor? Kenapa kita masih membutuhkan buku agenda yang kita bawa kesana-kemari karena kita telah mencatat banyak informasi dan notulen-notulen meeting di dalamnya? Padahal kita sudah menggenggam smartphone, lalu masih ada tablet atau laptop, dan juga PC workstation di kantor dan di rumah.

Coba bayangkan jika sebagian kecil dari aktifitas anda yang juga dilakukan oleh banyak orang itu dipindahkan dari media kertas ke media non kertas. Mungkin ada jutaan kubik kayu akan tetap berupa pohon, yang akan senantiasa memberi manfaat yang lebih besar buat kita dibanding menjadi kertas.

So, jika anda mempertimbangan untuk memindahkan media kertas ke media non kertas dalam aktifitas anda sehari-hari. Mungkin anda bisa menggunakan, misalnya, gadget anda sebagai tools untuk mengakses informasi-informasi yang anda butuhkan, ataupun merespon informasi-informasi tersebut dengan lebih cepat, akurat, dan ringkas.

Berikut ini adalah share pengalaman saya sebagai referensi yang bisa anda pertimbangkan jika anda ingin mencoba bebas kertas. Saya menggunakan smartphone android, sementara di workstation tersedia dua unit Acer, dirumah ada Intel workstation, ada juga Toshiba laptop, GalaxyTab, dan SmartfrenTab. Dua device yang terakhir sudah diambil alih anak-anak saya. Di semua media itu, saya install-kan program Evernote yang saya download secara gratis dari evernote.com. Anda juga bisa men-download evernote sepanjang device anda berbasis iOS, MacOS, Android, Blackberry OS, dan Windows.



Setelah terinstall, buatlah account anda untuk login. Anda bisa menggunakan username dan password yang sama untuk setiap media yang anda gunakan. Setelah selesai membuat account ... anda bisa langsung menggunakannya. FREE !!! (sampai dengan 2 gb). Cobalah anda buat sebuah catatan dari smartphone anda, press 'done' jika telah selesai. Ketika anda press 'done', maka media-media anda lainnya akan melakukan sinkronisasi. Dengan catatan, semua perangkat anda dalam keadaan terhubung ke internet, atau dia akan melakukan sinkronisasi pada saat programnya dibuka dan terhubung ke internet.

Karena ini adalah media elektronik, tentunya anda tidak hanya memiliki fasilitas untuk membuat catatan dengan tulisan saja, namun anda juga bisa sekaligus merangkai catatan anda dengan foto yang bisa anda capture pada saat membuat catatan, atau menempelkan file image yang tersimpan di local storage. Belum cukup hanya itu, anda juga bisa merekam suara pada catatan yang sedang anda buat. Ini sangat menguntungkan jika kesempatan anda menulis ke dalam catatan terlalu singkat.

Kadang kala, anak-anak saya meminta saya membantunya menerjemahkan bacaan-bacaannya yang berbahasa Inggris, mereka cukup memposting bacaannya di evernote dan mengirim message ke saya supaya saya alih bahasakan. Kemudian saya buka postingnya melalui smartphone, dan mulai menuliskan terjemahannya secara langsung dibawah catatannya tanpa berpindah file, sementara anak-anak juga bisa mengikuti proses yang saya lakukan dari device mereka. Dan proses itu bisa terjadi dimana posisi kami saling berjauhan.

Begitulah kira-kira manfaat yang bisa kita nikmati di saat ini. Dokumen tanpa kertas, hemat biaya, hemat energi, cepat, akurat, dan tanpa batas.

Namun jika gagasan ini masih membutuhkan banyak penyesuaian untuk diterapkan, anda bisa mencoba dengan memulai dari hal-hal yang lebih sederhana. Misalnya ... tidak lagi menggunakan kalender konvensional, tidak perlu mencetak email-email jika memang tidak dibutuhkan, atau membaca koran dari gadget. Itu saja sudah cukup menghemat pemakaian kertas dalam jumlah yang tidak sedikit.


Finally ... Welcome to Paperless World ... biarlah hanya tissue toilet saja yang tetap berbahan kertas ... bisa repot kalau diganti bahan lain... :D