the hands free

Thursday, July 4, 2013

Cara Cepat Men-tracing Arsip Email

Ini sebuah kisah lama yang tragis dan memilukaan setelah berkali-kali saya harus buang-buang waktu ketika mencari arsip di kotak email untuk menemukan arsip email yang berisi tentang hal-hal yang spesifik.

Gimana gak tragis kalau akhirnya saya harus menuliskan ... "Sorry, I can't find your confirmation. Please re-send your confirmation ?".

Padahal, workstation yang saya gunakan sudah cukup keren dengan 4 buah hardrive (mungkin lebih...) yang meng-arsip email saya selama lebih dari 5 tahun, dan ter-back-up setiap 1 semester.
Mending kalo arsip email nya ketemu, kalau enggak ..? mata jadi panas, tangan jadi capek, waktu tersia-sia ... dan yang lebih parah lagi ...kena finding pas ada audit ISO ..he he he 

Fasilitas search email yang telah disediakan oleh software-software email, sebetulnya bisa membantu menemukan arsip email yang dicari, namun biasanya belum secara langsung mengarah ke spesifik data yang kita inginkan karena masih perlu dipreteli lagi untuk menemukan dokumen email spesifik yang sedang kita cari. Jujur saja ... kecanggihan processor quad-core atau Core-I terbaru pun gak bakalan bisa dengan cepat menemukan arsip email kita tanpa campur tangan kita sendiri.


Search dan Filter message pada Thunderbird untuk mencari arsip email


Berbagai cara dan metode saya coba untuk mengorganisasikan email-email supaya mudah dan cepat jika saya harus menarik kembali informasinya di kemudian hari. Sehingga akhirnya, saya gunakan fasilitas Filter by Subject yang telah tersedia di setiap software email, dan mengatur penulisan Subject email yang diisi dengan nama object yang sedang dibicarakan dalam email, ditambah dengan satu kata keterangan pokok.

Contohnya begini, ketika kita memulai sebuah email yang akan membicarakan tentang sebuah kegiatan acara, misalnya saja outbound. Maka kata outbound ini harus selalu diisikan dalam setiap korenspondensi yang membicarakan kegiatan ini.

Subject diisi dengan pokok bahasan utama
Setelah Subject pokok bahasan utama kita isikan, kita bisa menambahkan dengan pokok bahasan yang lebih spesifik sedang kita bicarakan dalam email tersebut. Disini, saya memisahkan kata-kata pokok bahasan utama dan kata-kata pokok bahasan spesifik dengan tanda "titik dua (:)".

Pokok bahasan spesifik ditambahkan setelah pokok bahasan utama
Dari cara sederhana itu, nantinya kita hanya butuh mengisi kolom filter dan mengaktifkan subject pada fasilitas filter email jika ingin mereview kembali arsip-arsip email yang bisa langsung merujuk pada arsip email yang spesifik.

Mencari arsip email dengan Filter Subject
Contoh lain misalnya, email yang kita buat untuk memasarkan sebuah produk, anggap saja produk fashion musim panas 2013. Maka, kita bisa menggunakan Spring 2013 sebagai pokok bahasan utama, dan selalu kita isikan dalam setiap korespondensi yang membicarakan produk fashion musim panas 2013.
Begitupun ketika kita membahas sebuah proyek pembangunan taman bermain di lokasi 'XYZ' misalnya, maka kita bisa mengisikan Taman Bermain 'XYZ' sebagai pokok bahasan utama disetiap korespondensinya.

Persoalannya, bagaimana jika kita menerima email yang mengajak kita membahas sebuah issue, namun kita melihat email subject-nya terlalu universal ? Misalnya, kita menerima email dari seseorang yang ingin membahas tentang penyusunan database siswa SD "A" namun di subjectnya terisi "Komputerisasi data siswa". Memang secara sepintas berkesan relevan dengan pokok bahasan, namun dengan kata-kata seperti itu di dalam subject-nya, kemungkinan besar akan menyulitkan kita melakukan tracing arsip email di kemudian hari. Disini, kita bisa me-reply dan menambakan kata-kata yang akan mudah diingat jika kita melakukan tracing di kemudian hari. Misalnya dengan menambahkan ": database SD"A" : rencana", dibelakang kata-kata subject yang telah ada atau kita hapus subject yang ada dengan diganti dengan kata-kata yang lebih terorganisir.

So ... semoga tips sederhana tentang pengelolaan email ini bisa membantu memudahkan dan mempercepat proses anda melakukan searching arsip email, sehingga ... bisa facebook-an lebih lama ... he..he..hee..
                                                                                                                               


Helm dengan lampu stop tanpa kabel

Tuesday, July 2, 2013

Verb Tenses

Verb Tense, ini adalah bagian pelajaran Bahasa Inggris yang termasuk gampang-gampang susah dipelajari. Dan bahkan dalam penggunaannya juga masih sering saling-silang sehingga tanpa disadari terjadi perbedaan memaknai antara yang kita pikirkan dan maksud yang diterima oleh lawan percakapan. Tidak hanya dalam komunikasi lisan, namun juga dalam komunikasi tulisan.

Buat kita, sebagai orang Indonesia, memahami tenses ini menjadi sedikit ribet karena prinsip-prinsip struktur Bahasa Indonesia menggunakan format-format yang sama dalam penyusunan kalimat yang digunakan dalam berbagai waktu terjadinya peristiwa.

Sebagai contohnya begini :
  • "Saya telah menuntaskannya dua jam yang lalu".
  • "Saya telah menuntaskannya sebelum anda disini".
Dalam Bahasa Indonesia kedua kalimat itu benar dan bermakna sama menjelaskan peristiwa yang telah berlangsung.
Namun kalau di-Inggris-kan akan menjadi :
  • "I have done two hours ago".
  • "I have done before you are here".
Kelihatannya tidak ada yang salah dengan kedua kalimat ini, padahal kalimat pertama itu seharusnya berbentuk Past Tense karena ada penjelasan waktu terjadinya peristiwa, yang seharusnya adalah :
  • "I did it two hours ago".
So ... supaya tidak terlalu sering terpeleset, berikut ini ada tabel tenses dan contoh kalimatnya. Perhatikan verb dan keterangan waktunya.



Simple Present
Simple Past

I study English everyday


I studied English last year

I will study English next month
I am going to study next month

Present Continuous
Past Continuous
Future Continuous

I am studying English now


I was studying when you slept

I will be studying when you
arrive tonight

Past Perfect
Future Perfect

I have studied English in
several college


I had studied English before
I moved to Canada

I will have studied the tenses by the time I finish this lesson
Present Perfect Continuous
Past Perfect Continuous
Future Perfect Continuous

I have been studying for six months


I had been studying for three years before I studied in Japan

I will have been studying for two hours by the time you arrive


Selamat Berlatih ..!!

(Sumber : www.englishpage.com)
                                                                                                                                                             

Monday, July 1, 2013

Dari Kulit Sapi - Tempurung Kura² - Sampai ber-Kunang² ... (the history of helmet design)

....seingatku, Sejarah Perkembangan Desain memang salah satu mata kuliah di Desain Produk- ITS, itu dulu pada saat aku masih sekolah. Waktu itu ...untuk mata kuliah yang satu ini, aku memilih sejarah perkembangan desain Toyota Corolla dari tahun 70-an sampai ke jamannya Great Corolla. Saat itu Corolla Altis belum lahir.
Karena di jaman itu, internet belum semudah sekarang ini, bahkan warnet pun belum ada, apalagi fasilitas internet di kampus ... so, mencari data nya mesti ke "museum" buku alias bursa buku-buku bekas di jalan Demak.

Sekarang ... gak ada salahnya kalau aku coba utak-utik lagi mata kuliahku itu, sekedar buat share sekalian incip-incip ngerasain enaknya adik-adik kelasku sekarang ngerjain tugas dengan fasilitas internet ...

Aku coba merangkum Sejarah Perkembangan Desain Helm (helmet), biar relevan dengan aktifitasku ngutak-atik helm ... helm Kunang² ...helm berlampu stop.

Here we go ....

1885
Gottlieb Daimler, Perancang Produk dan Engineer, yang pertama kali menemukan mesin berbahan bakar bensin, mobil berpenggerak empat roda, dan juga helm (helmet) pengendara motor di tahun 1885. Helm (helmet) yang dibuatnya adalah helm kulit yang dilapisi dengan bulu-bulu didalamnya.

Helm berbahan kulit lembu, generasi pertama helm pengendara motor

Helm (helmet) rekayasa Daimler ini tentunya menawarkan sedikit perlindungan pada kepala pengendara motor dari benturan, karena memang pada saat itu, helm (helmet) belum dipikirkan sebagai pelindung dari faktor yang mungkin bisa ditimbulkan akibat dari kecepatan tinggi. Maksudnya, alat transportasi motor belum bisa ngebut, jadi akibat dari kecelakaannya tidak fatal.


Helm kulit lembu buatan Harley Davidson

1930
Sejalan dengan perkembangan sepeda bermotor, teknologi proses, dan perang dunia. Lahirlah helm (helmet) yang cangkangnya terbuat dari bahan metal, dan dilapisi bantalan berisi bulu-bulu dibagian dalamnya. Helm (helmet) ini memberi perlindungan lebih baik dari helm (helmet) generasi pertama yang terbuat dari kulit.

Helm (helmet) dirancang dan dibuat untuk tentara-tentara berkendara motor di medan perang. Inilah cikal bakal desain helm (melmet) modern, karena pada saat itu, Angkatan Darat Inggris mensyaratkan bahwa desain helm (helmet) untuk pengendara motor harus memberikan perlindungan yang sesuai dibanding helm (helmet) yang digunakan untuk pertempuran.


Helm pertama dgn cangkang berbahan logam
Adalah seorang Ahli Bedah Syaraf yang bernama Hugh Cairns yang bekerja di Rumah Sakit Militer yang pertama kali melakukan pengkajian mengenai cedera kepala dalam kecelakaan motor dan sekaligus mengkaji perlunya heml (helmet). Dengan kedekatannya pada pihak militer itulah, hasil riset Cairns akhirnya dinikmati oleh Satuan Bermotor militer Inggris.


Satuan Bermotor Militer Inggris dari PD-2


1950
Memasuki era teknologi material komposit. Helm mulai dibuat dengan menggunakan bahan serat yang kemudian dicor dengan bahan resin pada cetakan aluminium dan di keraskan menggunakan katalis.


Helm Kura² dgn cangkang berbahan logam

AGV dan ARAI yang pertama mengawali pembuatan cangkang helm (helmet) berbahan fibreglass untuk cangkang helm (helmet), sedangkan lapisan bantalannya masih tidak jauh dari generasi-generasi sebelumnya.


Helm Kura² dgn cangkang berbahan fibreglass
1955
Tidak terlalu lama dari digunakannya material fibreglass sebagai bahan pembuat cangkang, dikembangkan juga bahan plastik sebagai bahan pembuat cangkang. Kelebihannya ... proses nya lebih mudah dan bobotnya lebih ringan. Namun masalahnya saya, baik fibreglass maupun plastik, sama-sama susah dilepas dari cetakannya. Ini kelihatan sekali dari bentuk desainnya yang mirip kura-kura.

1957
Rupanya kesulitan proses pencetakan yang pada akhirnya melahirkan produk dengan 'desain kura-kura' ini benar-benar menantang para pembuat helm bangsa Arai, Shoei, AGV, Bell, Nolan, dan lain-lain. Sampai kemudian mereka mulai berpikir untuk mengembangkan proses pencetakannya, bukan memikirkan helm (helmet) nya.

Kesimpulannya, mereka mendapatkan ide untuk membuat membuat cetakannya yang terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri ... Ahaaa, rupanya ide ini ampuh sehingga produsen-produsen helm (helmet) ini bisa membuat helm (helmet) half face dan yang lebih penting juga, hasil cetakan jauh lebih mudah dilepas dari cetakannya.


AGV Half Face Helmet
 Kemajuan dibidang proses cetak inipun dimanfaatkan oleh perancang-perancang helm untuk membuat helm (helmet) yang lebih fungsional, misalnya dengan menambahkan komponen penahan silau cahaya pada helm (helmet.


Bell 500-TX
Sudah lumayan, kan ...? meskipun lapisan dalam helm (helmet) masih dibuat dari bantalan berisi bulu-bulu.

1958
Memang benar, desain half face helm (helmet) sudah menjadi revolusi desain helm (helmet) di kala itu, yang tidak lama setelah itu, setahun kemudian, ditemukanlah bahan EPS (Expanded Polystyrene). Sehingga, helm (helmet) tidak lagi menggunakan lapisan bantalan yang diisi bulu-bulu didalamnya, tapi diganti dengan busa cetakan (foam). Dan ini berlaku sampai dengan saat ini.


AGV helmet, pertama kali menggunakan lapisan EPS
Disekitar waktu itu juga, Arai memantapkan "bag moulding" untuk memproduksi kulit FRP yang terdiri dari 2 bagian, terbuka-tertutup, cetakan metal, dan open face helmet pertama dirancang dan dibuat dengan metode produksi ini.


Arai helmet dengan pelindung wajah, 1959
1970
Perkembangan teknologi di bidang otomotif juga semakin memperlaju kecepatan kendaraan, situasi ini menuntu para pembuat helm (helmet) untuk berpikir lebih dalam meningkatkan faktor keamanan pengendara motor.
Setelah desain half face yang lebih baik dari desain kura-kura, penggunaan EPS sebagai lapisan pelindung di dalam, dan juga penggunaan pelindung wajah, Mereka masih melanjutkan dengan membuat helm (helmet) full face, yang awalnya merupakan helm yang dirancang untuk balapan, namun kemudian berlanjut ke produksi massal.


Bell full face helmet, 1977
Di sekitar tahun 1970an ini, helm (helmet) terus dikembangkan oleh para produsen nya. Tidak hanya fungsi keamanannya yang ditingkatkan dengan merancang Full Face Helmet, namun juga mengembangkan material-material dan konstruksi cangkangnya. Tercatat di sekitar tahun 70an ini, Arai menggunakan material komposit Kevlar sebagai bahan pembuat cangkang.

1980
Aramid fibre, mulai diuji cobakan sebagai material kulit helmet oleh AGV. Namun kemudian AGV pun beralih menggunakan Kevlar sebagai material kulit helm-helm yang digunakan di arena balapan.

Selain mengembangkan teknologi material yang lebih ringan dan kuat. Desain helm-helm juga terus berevolusi menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan keamanan dan keselamatan, yang berbanding lurus dengan kemajuan teknologi alat transportasi.

Perhitungan aerodinamika pada desain helm mulai dipertimbangkan disekitar tahun 80an. Salah satu perancang helm aerodinamis adalah perancang Porsche 911.


Desain helm dari Porsche Design
Desain helm yang aerodinamis ini telah berhasil membuat perubahan besar dalam dunia otomotif khususnya di arena balapan. Pabrikan-pabrikan besar seperti Arai, Shoei, AGV, dan Nolan seolah berlomba semakin kencang untuk mensponsori para pembalap di arena balap baik GP maupun F1.  


1995
Sementara di awal-awal perkembangan desain helm lebih difokuskan pada teknologi bahan dan proses pembuatannya untuk memenuhi fungsi safety yang maksimal. Maka kemudian para produsen helm mulai memikirkan fungsi comfort selain fungsi safety nya. Sehingga pada sekitar tahun 1995, Arai pertama kali memperkenalkan helm fulface yang telah dirancang dengan menambahkan feature diffuser ventilation pada desain helm RX-7.


Arai RX-7 the first developed diffuser ventilation

2005
Rupanya teknologi bahan yang terus berkembang juga terus menginspirasi produsen-produsen helm untuk mengembangkan produknya. Di sekitar tahun 2005, helm para pembalap F1 dibuat secara khusus menggunakan fibre carbon. Ini adalah material yang juga digunakan untuk membuat body mobil F1. Dan diluncurkan secara massal pada tahun 2008. Secara material, helmet dengan bahan carbon fibre adalah yang paling ringan dengan mechanical properties yang paling kuat. Meskipun demikian, pabrikan-pabrikan helm tetap memberikan pilihan kepada konsumen dengan menyediakan helmet berbahan fibre lainnya yang lebih murah dibanding carbon fibre.


Arai RX-7 shell construction


2010
Konsep desain yang secara luas terfokus pada konsep design made function, sedikit demi sedikit mulai terimbas dengan konsep design made fashion yang sangat menginspirasi produsen-produsen helm untuk memproduksi helm  nya dengan penampilan grafis yang sangat artistik.


Graphics Design pada helm sebagai nilai tambah komersial


2012
Inspirasi desain-desain helm untuk memenuhi fungsi-fungsi dan kebutuhan penggunanya terus berkembang sebanding dengan perkembangan-perkembangan dibidang lainnya. Dan belakangan ini, perkembangan dibidang teknologi wireless juga menginspirasi desain-desain helm yang juga dilengkapi dengan perangkat bluetooth yang terhubung dengan perangkat seluler, dan juga wireless light signal yang terhubung dengan perangkat navigasi kendaraan.

Bluetooth Helmet
BMW merilis helm yang telah dilengkapi dengan intercom dan bluetooth, intercom bisa digunakan untuk berkomunikasi antara pengendara dan pembonceng atau dengan pengendara lain dgn jarak maksimum 30m, sementara perangkat bluetooth nya, bisa digunakan seperti bluetooth handfree ponsel.


BMW System 6 Helmet, helm dgn bluetooth, harganya $300

LED Light Helmet
Untuk meningkatkan keselamatan dan "kenampakan" pengendara motor. Beberapa perancang produk menawarkan komponen add-on berupa sumber cahaya yang bisa ditambahkan pada helm-helm standard. Komponen tambahan ini bekerja sebagai lampu stop ke-dua selain lampu stop pada motor yang bisa menyala secara sinkron bersama-sama lampu stop motor. Dengan komponen tambahan ini, pengendara motor akan lebih terlihat dan lebih aman karena sinyal lampu stop akan lebih diketahui keberadaannya oleh pengendara dibelakangnya terutama pada lalu lintas yang padat dan gelap.


BikeLink, add-on helmet component seharga $110

Di negeri lain diluar sana, add-on component ini bisa didapatkan dengan harga sekitar $110. Jauh lebih mahal dari harga helm yang banyak dipakai disini. Namun buat anda yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara, bisa menambahkan komponen add-on ini hanya dengan harga sekitar $20 ... bisa jauh lebih murah dari yang disono, karena kebetulan saya sendiri yang membuatnya, sebut saja Kunang², itu call-id yang saya pakai :)


Kunang², add-on helmet component seharga $20


That's all guys ...
Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semuanya .... hati-hati berkendara yaa ...!!



(dirangkum dan disusun dari berbagai sumber di internet)

Tuesday, June 18, 2013

Men-setting Pemberitahuan Otomatis dari Googledocs / Googledrive




 Dokumen-dokumen pada googledocs / googledrive, baik dokumen yang kita buat sendiri dan di-share dengan orang lain, ataupun dokumen-dokumen yang di-share ke kita, setiap saat bisa mengalami update yang mungkin dilakukan oleh orang lain yang tergabung dalam kelompok sharing.

Untuk menghindarkan diri kita di-cap "lambat update", google menyediakan fasilitas yang akan memberitahu kita jika dokumen dalam googledocs telah di-update oleh kolega-kolega kita. Caranya begini Brow ...
 

  1. Dokumen nya dibuka dulu ...
  2. Lihat menu bar ... dan klik saja Tools, lalu klik (lagi) Notification rules ... (lihat gambar berikut) 
  3. Ada dialog box yang muncul dan siap dicentang-centang, pilih saja yang anda sukai. Gambar dibawah ini adalah contoh centang-centangan yang suka saya pakai. Jadi saya memilih "diberitahu jika ada setiap perubahan yang dibuat" dengan cara "langsung dikirimi emailnya" dan juga  "dikirimi ringkasan perubahan-perubahan yang dibuat dalam sehari".
  4. Klik SAVE .... beres dah !!

Nah ... kalau ada perubahan yang dilakukan seseorang maka kita akan menerima email, tentunya di googlemail anda, yang dikirim dari Googledocs, dengan Subject yang sama dengan nama file dokumen anda di googledocs. Di dalamnya ada pemberitahuan bahwa file tersebut telah di-update oleh seseorang lengkap dengan jam dan tanggalnya, dan juga catatan pada bagian mana telah dirubah.

Jadi gampang kan ? Kolaborasi dokumen secara online seperti ini sangat membantu pekerjaan kita untuk lebih cepat, efisien, dan akurat.

So .. kalau ada yang kurang jelas, silahkan tulis pertanyaannya ... ntar saya tanyakan ke pakarnya ...

Have a nice day ... love you all,