Petikan artikel dari duniafitnes.com :
Anda mungkin merasa sedikit aneh jika harus mengonsumsi buah beserta kulitnya. Mengingat kebiasaan kita adalah membuang kulit dan memakan daging buahnya.
Padahal penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan kulit buah mengandung nutrisi penting dan manfaat kesehatan yang hampir sama dengan isi buahnya.
Salah satu kulit buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan adalah kulit manggis. Manggis atau dalam bahasa latih disebut Garcinia mangostana L, memiliki banyak sekali manfaat kesehatan mulai dari kulit, daging buah, hingga bijinya. Sehingga tidak berlebihan jika buah ini mendapat julukan Queen of Fruits (ratunya buah).
Kulit buah manggis mengandung xanthone, zat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, anti peradangan, antibakteri, antifungi, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh.
Yuk, kita simak kandungan nutrisi apa saja yang terdapat dalam buah manggis serta manfaatnya bagi kesehatan.
Mengandung Xamthone
Komponen aktif utama dari buah manggis disebut xanthones. Xanthone adalah sejenis senyawa polifenol yang baru ditemukan yang secara biologis aktif dan secara struktural mirip dengan bioflavanoids. Senyawa ini jarang terdapat di alam, paling banyak ditemukan hanya dalam dua keluarga tanaman. 200 jenis xhantones alami yang sejauh ini telah diidentifikasi. Sekitar 40 jenis diantaranya telah ditemukan dalam buah manggis.
Xanthone dan turunannya telah terbukti memiliki beberapa manfaat, termasuk anti-inflamasi dan anti-alergi. Ada juga komponen lain dari buah manggis yang memiliki kualitas obat, termasuk polisakarida, sterol, proanthocyanidins dan catechin, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan fungsi tubuh.
Rendah Kalori
Selain memiliki rasa yang lezat buah manggis juga rendah kalori. Cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Terdapat 63 kalori per 100 gr buah manggis. Tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Selain itu, buah manggis juga dapat mencukupi kebutuhan serat tubuh sebanyak 13 persen per 100 gramnya.
Kaya Vitamin C
Buah manggis dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh sebesar 12 persen per 100 gram daging buahnya. Vitamin C merupakan vitamin larut air yang bekerja kuat sebagai antioksidan. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit seperti, flu, infeksi, hingga kanker.
Buah manggis juga mengandung vitamin B kompleks seperti thiamin, niacin, dan folat. Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dalam memetabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
Mengatasi Diare
Buah manggis menjadi buah yang cukup populer di Filipina. Masyarakat Filipina biasanya menggunakan hasil rebusan daun manggis dan kulitnya untukmengatasi berbagai gejala penyakit seperti, menurunkan suhu tubuh saat demam, mengatasi diare, sariawan, disentri, hingga gangguan saluran kencing.
Anti kanker
Kandungan xanthone dalam kulit dan buah manggis bersifat anti proliferasi dan apoptosis yakni, efektif untuk menghambat pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel kanker.
Mencegah Penyakit Jantung
Buah manggis juga mengandung sejumlah mineral seperti tembaga, mangan dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh untuk membantu mengontrol detak jantung, dan tekanan darah. Dengan demikian, buah manggis menawarkan perlindungan terhadap stroke dan penyakit jantung koroner.
Oleh karena itu, saat Anda mengonsumsi buah manggis, jangan buru-buru membuang kulitnya. Setelah mengonsumsi buahnya, buatlah seduhan sederhana dari kulit manggis untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Jangan lupa untuk mencuci bersih sebelum Anda mengolahnya.
Anda juga perlu berhati-hati, karena kulit manggis mengandung kadar resin, serat kasar, dan tanin yang bisa mengakibatkan gangguan pencernaan jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak.
Monday, March 18, 2013
Thursday, February 28, 2013
Present Perfect Tense ...bag.2
Bagaimana Menggunakan Present Perfect Tense ?
Kalimat berbentuk Present Perfect Tense, adalah kalimat yang menjelaskan suatu peristiwa dimana keterangan waktu terjadinya tidak jelas. Untuk yang baru mempelajari bahasa Inggris, hal ini akan membingungkan antara Past Tense dan Present Perfect Tense.
Supaya lebih mudah membedakan Present Perfect Tense dengan Past Tense, cobalah pedoman panduan berikut ini :
Menceritakan Pengalaman
Misalnya begini, kamu pernah beberapa kali mendaki gunung. Dan sekarang, ada seorang teman yang mengajakmu mendaki gunung. Maka kamu akan memberitahunya bahwa kamu pernah beberapa kali mendaki gunung, tanpa mengatakan kapan tepatnya kamu mendaki gunung. Dan kalimatnya akan berbentuk Present Perfect Tense.
I have ever climbed several mountains. (Aku pernah mendaki beberapa gunung)
Dalam kalimat ini, tidak menjelaskan kapan kamu mendaki gunung, tapi ada ever yang menandakan pernah terjadi.
Contoh lain :
I have seen that movie before => before menandakan pernah terjadi
She has already written some stories => already menandakan pernah terjadi
You have ridden the roller coaster few times => few times menandakan pernah terjadi
Menyatakan adanya Perubahan
Misalnya begini, Alvin menanam bibit tanaman anggur yang masih kecil. Setelah beberapa minggu kemudian, bibit tanaman anggur nya telah tumbuh dari ukuran awalnya yang masih pendek menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, kita bisa menggunakan Present Perfect Tense untuk menyatakan perubahan tinggi tanaman anggur si Alvin.
My grape has grown up higher.
Dalam kalimat ini tidak ada keterangan waktunya, tapi telah terjadi peristiwa perubahan karena pertumbuhan.
Contoh lain :
I have driven far away => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jarak
He has passed several racer => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan waktu
You have taken all my stuff => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jumlah
Menyatakan Kelengkapan / Penyelesaian
Misalnya, kita sedang mencari sebuah foto yang disimpan dalam sebuah album dari tumpukan album. Tentunya kita harus membuka album satu-persatu untuk menemukan foto yang kita inginkan. Setelah foto yang kita inginkan ketemu, maka kita bisa menyatakan penyelesaian pekerjaan itu dengan Present Perfect Tense.
Contoh lain :
Harry has stacked the cartoons in warehouse => menyatakan penyelesaian menumpuk karton
You have sold the tickets to everyone => menyatakan penyelesaian penjualan ticket
She has set the room with some accessories => menyatakan kelengkapan menata ruangan
So ... marilah kita berlatih dulu, sebelum dilanjutkan ke bagian 3.
Okey Guys ... see you soon !!!
Kalimat berbentuk Present Perfect Tense, adalah kalimat yang menjelaskan suatu peristiwa dimana keterangan waktu terjadinya tidak jelas. Untuk yang baru mempelajari bahasa Inggris, hal ini akan membingungkan antara Past Tense dan Present Perfect Tense.Supaya lebih mudah membedakan Present Perfect Tense dengan Past Tense, cobalah pedoman panduan berikut ini :
Menceritakan Pengalaman
Misalnya begini, kamu pernah beberapa kali mendaki gunung. Dan sekarang, ada seorang teman yang mengajakmu mendaki gunung. Maka kamu akan memberitahunya bahwa kamu pernah beberapa kali mendaki gunung, tanpa mengatakan kapan tepatnya kamu mendaki gunung. Dan kalimatnya akan berbentuk Present Perfect Tense.
I have ever climbed several mountains. (Aku pernah mendaki beberapa gunung)
Dalam kalimat ini, tidak menjelaskan kapan kamu mendaki gunung, tapi ada ever yang menandakan pernah terjadi.
Contoh lain :
I have seen that movie before => before menandakan pernah terjadi
She has already written some stories => already menandakan pernah terjadi
You have ridden the roller coaster few times => few times menandakan pernah terjadi
Menyatakan adanya Perubahan
Misalnya begini, Alvin menanam bibit tanaman anggur yang masih kecil. Setelah beberapa minggu kemudian, bibit tanaman anggur nya telah tumbuh dari ukuran awalnya yang masih pendek menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, kita bisa menggunakan Present Perfect Tense untuk menyatakan perubahan tinggi tanaman anggur si Alvin.
My grape has grown up higher.
Contoh lain :
I have driven far away => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jarak
He has passed several racer => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan waktu
You have taken all my stuff => menyatakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan jumlah
Menyatakan Kelengkapan / Penyelesaian
Misalnya, kita sedang mencari sebuah foto yang disimpan dalam sebuah album dari tumpukan album. Tentunya kita harus membuka album satu-persatu untuk menemukan foto yang kita inginkan. Setelah foto yang kita inginkan ketemu, maka kita bisa menyatakan penyelesaian pekerjaan itu dengan Present Perfect Tense.
I have search the albums to find this picture
Dalam kalimat ini tidak terdapat keterangan waktunya, tapi pekerjaan mencari foto telah selesai.Contoh lain :
Harry has stacked the cartoons in warehouse => menyatakan penyelesaian menumpuk karton
You have sold the tickets to everyone => menyatakan penyelesaian penjualan ticket
She has set the room with some accessories => menyatakan kelengkapan menata ruangan
So ... marilah kita berlatih dulu, sebelum dilanjutkan ke bagian 3.
Klik disini, dan login jika sudah terdaftar. Jika belum, klik I am a student, dan lanjutkan dengan mengisi Group Code : aej0cs, dan kolom-kolom dibawahnya. Lalu Sign-up.
Okey Guys ... see you soon !!!
Wednesday, February 27, 2013
Hobby = Profesi

Pernahkah terpikirkan untuk berkarir dari hobby ?
Yang berarti, membuat hobby menjadi profesi yang bisa menjadi ladang berkarir ?
Sudah banyak kita membaca artikel ataupun mendapatkan informasi-informasi yang menceritakan keberhasilan orang-orang yang berprofesi dari hobby-nya. Hobby-hobby yang telah berubah menjadi profesi itu sangat luas ruang lingkupnya, dari yang memiliki hobby keterampilan, keahlian, kolektor, dan sebagainya, tapi ada juga beberapa diantaranya yang memiliki hobby-hobby unik, dari kerajinan (craft) sampai hobby-hobby yang membutuhkan bakat (talent).
Bagaimana mereka-mereka itu bisa mengubah hobby-nya ? Padahal awalnya mereka-mereka itu 'amatiran' alias melakukan hobby-nya karena menyukai aktivitas itu, bahkan mungkin punya kecintaan pada hobby-nya, sampai kemudian mereka menjadi profesional di bidang hobby mereka.
Saya coba search and browse di internet, namun saya belum menemukan seseorang yang share mengkisahkan proses perjalanannya mengubah hobby menjadi profesi daripada aktifitas konsumtif. Mungkin mereka sudah sangat sibuk dengan profesi hobby-nya ... Namun demikian, mudah-mudahan kita masih bisa menapak-tilas jejak-jejak mereka yang berhasil mengalihkan hobby nya menjadi profesi.
Apakah hobby itu ?
Hobby adalah aktifitas yang rutin dilakukan untuk kesenangan, dan biasanya merupakan aktifitas yang sangat diminati bagi seseorang itu. Hobby yang dilakukan oleh seseorang itu biasanya bukan menjadi beban, tapi malah sebaliknya, bisa menjadi kesenangan, hiburan, bahkan refresing, meskipun untuk melakukannya terkadang juga dibutuhkan biaya.
Coba bayangkan, apa hasilnya jika seseorang itu bekerja tanpa beban, dan bahkan karena melakukan pekerjaannya itu justru akan membuatnya gembira atau menjadi 'refresh'. Bebas stress, kan ?
Seseorang yang menggandrungi hobby-nya, biasanya akan sangat memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang hobby-nya dengan sangat detail. Dan bahkan, dia akan memiliki pengetahuan dan terus memperluas wawasannya untuk menunjang hobby-nya.
Disebutkan dalam beberapa referensi, bahwa hobby dikelompokkan sebagai berikut ;
1. Mengoleksi
2. Rekreasi di luar ruang
3. Menampilkan seni
4. Membuat kreasi
5. Memasak
6. Mengerjakan taman
7. Membaca
8. Berolah raga
Bagaimana hobby beralih menjadi profesi ?
Dari beberapa informasi yang bercerita tentang pengalaman orang-orang yang berhasil dalam 'berprofesi hobby', saya menangkap beberapa hal penting dari yang mereka jejakkan dimana kemudian hobby-nya berubah menjadi sebuah karir profesinya. Mudah-mudahan langkah-langkah berikut bisa tepat meng-copy/paste cara-cara mereka menjadi 'berprofesi hobby'.
Langkah Pertama : Cermati
Sebelum kita men-serius-i hobby sebagai profesi, tentunya kita harus tahu dulu dan memastikan hobby kita sendiri. Untuk memastikannya, cobalah kita tinjau dulu bagaimana kita melakukan aktifitas hobby itu, dan jawab pertanyaan ini tanpa ragu-ragu, pernahkah kita merasa bosan melakukannya ? Jika tidak pernah merasa bosan, go head ...
Untuk menjadikan hobby sebagai profesi, dimana hobby menjadi aktifitas yang produktif, maka yang harus kita lakukan adalah mencermatinya terlebih dahulu. Maksudnya, kita cermati sehingga kita temukan 'pembeda' dari hobby kita dengan hobby orang lain, karena belum tentu hobby kita akan sama persis dengan hobby orang lain. Inilah yang akan menimbulkan ke-khas-an, yang mana ke-khas-an itu merupakan karakter yang spesifik dari kita sebagai individu yang sekaligus menjadi pembeda dengan individu lain. Setiap orang mempunyai ke-khas-an nya sendiri-sendiri, dimana kemudian ke-khas-an ini akan ter-ekspresi pada setiap hasil kreasinya, termasuk hobby.
Jadi, cermati hobby kita dan temukan ke-khas-annnya, karena disitulah kita akan 'bersenyawa' dengan hobby kita sendiri. Ini adalah 'senyawa' penting yang harus ada yang nantinya akan membuat diri kita sangat menguasai dan memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap aktifitas yang kita lakukan.
Langkah kedua : Share it !
Setelah kita cukup dalam mencermati hobby kita itu, cobalah untuk banyak share dengan orang lain tentang segala sesuatu nya dalam hobby yang kita lakukan.
Mengapa share ini menjadi penting ?
Agar supaya hobby bisa beralih menjadi aktifitas produktif, maka kita harus memberikan nilai tambah pada hobby, dan share adalah salah satu nilai tambah yang penting.
Syarat penting dalam upaya ini adalah 'keberadaan / eksistensi'. Keberadaan kita adalah sangat penting untuk diketahui oleh orang lain bahwa kita melakukan suatu aktifitas dan perhatian yang serius pada hobby kita. Dengan demikian, opini publik akan memberikan label sekaligus menjadikan keberadaan kita sebagai alamat yang bisa diakses. Keberadaan inilah yang harus betul-betul dirawat dengan konsisten supaya menimbulkan kepercayaan yang akan menunjang kelanggenan eksistensi kita. Semakin kita eksis, maka akan semakin besar nilai tambah yang kita berikan pada aktifitas hobby kita.
Banyak yang bisa kita share dengan orang lain mengenai hobby kita. Contoh sederhana, hobby menikmati musik. Sekalipun kita sama sekali tidak bisa memainkan satu alat musik, bukanlah masalah jika kita share sebuah resensi tentang musiknya sendiri, atau mungkin komposernya, atau bahkan kita hanya membahas tata bahasa syairnya. Yang penting kita share apapun aktifitas yang benar-benar kita sukai.
Share saja ke semua orang dimanapun dan kapanpun selama ada kesempatan untuk melakukannya, karena dengan begitu, kita akan menegaskan 'label' yang kita buat semakin melekat dengan kita sendiri. Apalagi disaat sekarang ini, telah tersedia banyak sarana yang bisa digunakan sebagai media sharing. Entah itu online ataupun offline.
Langkah ketiga : Konsisten
Ketika kita berpikir untuk menekuni hobby sebagai aktifitas produktif. Maka akan menjadi relevan jika kita memberlakukan hobby kita dengan manajemen yang lebih tertata rapi. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan membantu kita menjaga konsistensi aktifitas yang kita lakukan. Dengan demikian, aktifitas hobby yang kita sudah pilih untuk menjadi aktifitas karir itu akan lebih serius diperhatikan dan memantapkan kedudukannya. Maka disitulah hobby kita bisa bermutasi menjadi aktifitas produktif, dan sekaligus menjadi komoditi yang bisa memberikan nilai tambah produktif juga. (callmedzul)
Source :
Hobby, wikipedia.org
Make Your Hobby Work for You, How to Turn your Pastime into a career,
Dawn Rosenberg McKay, about.com
A Hobby or A Career,
Frank Indiviglio, netplaces.com
5 Reasons Why Picking Up a Hobby is Good for your Career,
Shweta, careerbright.com
Hobby or Business, smallbusiness.wa.gov.au
Friday, February 15, 2013
Mengikis Kekecewaan di Masjid Cheng Hoo - Pandaan
10 Februari 2013,
Jalan-jalan dengan bermotor bareng anakku, aku mengajaknya mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo, aku pikir - mungkin - akan ada perayaan Implek disana. Tapi ternyata tidak ada, malah siang itu terlihat tidak banyak kendaraan yang parkir di halaman masjid seperti biasanya kalau pas hari libur, bahkan juga tidak ada bus-bus wisata yang parkir disana.
Aku berharap ini adalah kesempatan bagus untuk men-shot Masjid Cheng Hoo yang terlihat lengkap dari arah depan. Tapi rupanya aku kurang beruntung, karena tepat tegak lurus di arah depannya ada sebuah parit. Itulah sebabnya aku hanya bisa men-jepret nya dari tepi parit. Dan itupun harus dilakukan dengan terburu-buru, karena titik-titik air mulai membahasi jaket dan kamera.
Dengan kondisi yang agak meleset dari keinginanku, ditambah lagi padatnya lalu-lalang kendaraan-kendaraan yang melintas, aku mencoba keberuntunganku mengambil gambar dengan menggunakan fasilitas sekali jepret 5 gambar didapat. Dan syukurlah, dari gambar-gambar yang berhasil kutangkap, ada satu yang lumayan dari pada nggak ada yang lumayan :D ...inilah gambarnya :
Memang ada beberapa kelemahan dalam gambar ini yang membuat 'tidak legowo' : 1) Hasil jepretan seperti berkabut, alias over exposure, warna-warna nya nampak kusam. 2) Huruf "m" pada tulisan "Muhammad Cheng Hoo" hilang satu. 3) Lintasan kabel-kabel di depan masjid yang carut-marut. 4) Ada pengemis yang sedang melintas di sayap kiri masjid.
Kalau sudah begitu, untuk seorang photographer professional, kemungkinan besar akan mengulang pengambilan gambarnya. Untung saja aku baru amatiran. Apalagi amatiran dan jarang-jarang 'nembak' :D
Anyway, untuk mengikis rasa kecewa yang memilukan ini, aku mencoba hibur diriku dengan mencoba memanipulasi hasil pengambilan gambarku. Aku berharap tools yang tersedia pada Photoshop bisa memfasilitasi percobaanku. Dan berikut ini beberapa langkah yang aku tempuh untuk membuat hasil jepretanku lebih mendingan dari sekedar apa adanya ;
Memperbaiki warna
Hasil foto yang kurang tajam dan warna-warna nya yang cenderung pucat-kusam, biasanya disebabkan karena overexposure. Overexposure itu kira-kira kayak mata yang mendelik melihat benda ketika matahari sedang cerah. Jadi silau, kan ?
Dari beberapa cara yang pernah aku coba mengurangi over-exposure ini, yang paling sederhana adalah menggunakan menu Image > Adjustment > Level. Lalu geser-geser saja slider-nya sampai dapat gambar yang lebih baik. Disitu tersedia adjustment untuk menaik-turunkan level Highlight, Midtone, Shadow, dan Black - White. Gampang, kan ?
Menambahkan huruf 'm'
Memang aneh jadinya, di masjid sebesar ini ada satu huruf signage yang hilang dan belum diganti, mudah-mudahan memang sedang 'under construction'.
Biarpun begitu ...biarpun ada 'm' yang hilang, untungnya masih ada 'm' yang tersisa dan masih terbaca "Muham ad". Dari 'm' yang tersisa inilah yang memungkinkan kita membuat 'm' tambalan dengan proses 'cloning'. Dan memang di dalam Photoshop, tools yang bisa digunakan untuk membuat duplikasi dalam satu frame adalah 'Clone Stamp Tool'.
Anda bisa menemukan cara menggunakan Clone Stamp Tool di tutorial Photoshop, dan sementara itu, kita bisa melihat hasil 'cloning-an' ku berikut ini.
Lumayan, kan ? Hampir gak ketahuan kalau itu tambalan :D
Membersihkan kabel-kabel listrik
Kabel jaringan listrik, ini betul-betul objek yang tidak bisa dihindari ikut 'mejeng' di dalam frame. Kalau yang satu ini, photographer profesionalpun pasti enggan menyingkirkan dulu. Mau atau tidak, kabel-kabel itu pasti ikut di-shot. Dan proses editing yang kemudian akan menyingkirkan kabel-kabel itu dri frame.
Aku tetap mengandalkan Clone Stamp Tool yang sama dengan proses meng-cloning 'm' tadi. Cara-nya pun sama persis, hanya saja untuk menghilangkan kabel-kabel ini dari frame, dibutuhkan kejelian memilih titik-titik yang akan dipakai cloning.
Secara prinsip, proses menghilangkan kabel ini bukan 'menghapus', tapi 'menindih'. Maksudnya, objek-objek kabel yang nampak di frame kita tindih dengan objek-objek tertentu yang kita ambil dari frame yang sama. Disinilah dibutuhkan kejelian, ketelitian dan kesabaran memilih titih yang akan digunakan untuk menindih. Sehingga foto yang kita edit itu terlihat sangat natural.
Contohnya kabel yang melintas di kubah masjid yang berwarna ke-emasan. Aku menutup objek kabel dengan mengambil sampling warna kubah emas di areal yang 'bersih', tapi tetap harus memperhitungkan titik-titik yang tepat untuk diambil mengingat bentuk kubahnya meng-kerucut. Hasilnya, bisa dilihat dilihat digambar diatas. Not bad, yaa ...
Dan untuk yang terakhir, menutup objek 'pengemis' yang berada di sayap kiri halaman masjid. Kita lakukan proses yang sama persis dengan menghilangkan kabel-kabel jaringan listrik.
Prosesnya bisa terlihat seperti dibawah ini ;
All clear now ...
Sekarang ...
Masjid Muhammad Cheng Hoo ku, sudah ditajamkan warnanya, sudah punya 'm', jaringan kabel-kabelnya juga sudah bersih, dan pengemisnya sudah berteduh di tempat lain.
Coba bandingkan dengan foto original shot diatas ... jelas sekali perbedaannya.
Aku kira sudah jauh mendingan dibanding hasil jepretan asli-nya.
Tapi kayaknya, langit yang mendung itu perlu di-manipulasi juga supaya kelihatan lebih kaya warna.
... to be continue aja yaa...
Jalan-jalan dengan bermotor bareng anakku, aku mengajaknya mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo, aku pikir - mungkin - akan ada perayaan Implek disana. Tapi ternyata tidak ada, malah siang itu terlihat tidak banyak kendaraan yang parkir di halaman masjid seperti biasanya kalau pas hari libur, bahkan juga tidak ada bus-bus wisata yang parkir disana.
Aku berharap ini adalah kesempatan bagus untuk men-shot Masjid Cheng Hoo yang terlihat lengkap dari arah depan. Tapi rupanya aku kurang beruntung, karena tepat tegak lurus di arah depannya ada sebuah parit. Itulah sebabnya aku hanya bisa men-jepret nya dari tepi parit. Dan itupun harus dilakukan dengan terburu-buru, karena titik-titik air mulai membahasi jaket dan kamera.
Dengan kondisi yang agak meleset dari keinginanku, ditambah lagi padatnya lalu-lalang kendaraan-kendaraan yang melintas, aku mencoba keberuntunganku mengambil gambar dengan menggunakan fasilitas sekali jepret 5 gambar didapat. Dan syukurlah, dari gambar-gambar yang berhasil kutangkap, ada satu yang lumayan dari pada nggak ada yang lumayan :D ...inilah gambarnya :
![]() |
| Masjid Muhammad Cheng Hoo - Original shot |
Memang ada beberapa kelemahan dalam gambar ini yang membuat 'tidak legowo' : 1) Hasil jepretan seperti berkabut, alias over exposure, warna-warna nya nampak kusam. 2) Huruf "m" pada tulisan "Muhammad Cheng Hoo" hilang satu. 3) Lintasan kabel-kabel di depan masjid yang carut-marut. 4) Ada pengemis yang sedang melintas di sayap kiri masjid.
Kalau sudah begitu, untuk seorang photographer professional, kemungkinan besar akan mengulang pengambilan gambarnya. Untung saja aku baru amatiran. Apalagi amatiran dan jarang-jarang 'nembak' :D
Anyway, untuk mengikis rasa kecewa yang memilukan ini, aku mencoba hibur diriku dengan mencoba memanipulasi hasil pengambilan gambarku. Aku berharap tools yang tersedia pada Photoshop bisa memfasilitasi percobaanku. Dan berikut ini beberapa langkah yang aku tempuh untuk membuat hasil jepretanku lebih mendingan dari sekedar apa adanya ;
Memperbaiki warna
![]() |
| Image > Adjustment > Level |
Dari beberapa cara yang pernah aku coba mengurangi over-exposure ini, yang paling sederhana adalah menggunakan menu Image > Adjustment > Level. Lalu geser-geser saja slider-nya sampai dapat gambar yang lebih baik. Disitu tersedia adjustment untuk menaik-turunkan level Highlight, Midtone, Shadow, dan Black - White. Gampang, kan ?
Menambahkan huruf 'm'
Memang aneh jadinya, di masjid sebesar ini ada satu huruf signage yang hilang dan belum diganti, mudah-mudahan memang sedang 'under construction'.
Biarpun begitu ...biarpun ada 'm' yang hilang, untungnya masih ada 'm' yang tersisa dan masih terbaca "Muham ad". Dari 'm' yang tersisa inilah yang memungkinkan kita membuat 'm' tambalan dengan proses 'cloning'. Dan memang di dalam Photoshop, tools yang bisa digunakan untuk membuat duplikasi dalam satu frame adalah 'Clone Stamp Tool'.
![]() | |
| Menambah "m", Masjid Muhammad Cheng Hoo |
Anda bisa menemukan cara menggunakan Clone Stamp Tool di tutorial Photoshop, dan sementara itu, kita bisa melihat hasil 'cloning-an' ku berikut ini.
![]() |
| "m" sudah ditambahkan |
Membersihkan kabel-kabel listrik
Kabel jaringan listrik, ini betul-betul objek yang tidak bisa dihindari ikut 'mejeng' di dalam frame. Kalau yang satu ini, photographer profesionalpun pasti enggan menyingkirkan dulu. Mau atau tidak, kabel-kabel itu pasti ikut di-shot. Dan proses editing yang kemudian akan menyingkirkan kabel-kabel itu dri frame.
![]() |
| Membersihkan kabel-kabel di depan Masjid Muhammad Cheng Hoo |
Aku tetap mengandalkan Clone Stamp Tool yang sama dengan proses meng-cloning 'm' tadi. Cara-nya pun sama persis, hanya saja untuk menghilangkan kabel-kabel ini dari frame, dibutuhkan kejelian memilih titik-titik yang akan dipakai cloning.
Secara prinsip, proses menghilangkan kabel ini bukan 'menghapus', tapi 'menindih'. Maksudnya, objek-objek kabel yang nampak di frame kita tindih dengan objek-objek tertentu yang kita ambil dari frame yang sama. Disinilah dibutuhkan kejelian, ketelitian dan kesabaran memilih titih yang akan digunakan untuk menindih. Sehingga foto yang kita edit itu terlihat sangat natural.
Contohnya kabel yang melintas di kubah masjid yang berwarna ke-emasan. Aku menutup objek kabel dengan mengambil sampling warna kubah emas di areal yang 'bersih', tapi tetap harus memperhitungkan titik-titik yang tepat untuk diambil mengingat bentuk kubahnya meng-kerucut. Hasilnya, bisa dilihat dilihat digambar diatas. Not bad, yaa ...
Dan untuk yang terakhir, menutup objek 'pengemis' yang berada di sayap kiri halaman masjid. Kita lakukan proses yang sama persis dengan menghilangkan kabel-kabel jaringan listrik.
Prosesnya bisa terlihat seperti dibawah ini ;
All clear now ...
Sekarang ...
Masjid Muhammad Cheng Hoo ku, sudah ditajamkan warnanya, sudah punya 'm', jaringan kabel-kabelnya juga sudah bersih, dan pengemisnya sudah berteduh di tempat lain.
Coba bandingkan dengan foto original shot diatas ... jelas sekali perbedaannya.
![]() |
| Masjid Muhammad Cheng Hoo - Edited image |
Aku kira sudah jauh mendingan dibanding hasil jepretan asli-nya.
Tapi kayaknya, langit yang mendung itu perlu di-manipulasi juga supaya kelihatan lebih kaya warna.
... to be continue aja yaa...
Subscribe to:
Posts (Atom)








