the hands free

Showing posts with label Nutrisi melawan kanker. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi melawan kanker. Show all posts

Monday, March 18, 2013

Bebas Kanker dengan Makan Kulit Manggis

Petikan artikel dari duniafitnes.com :

Anda mungkin merasa sedikit aneh jika harus mengonsumsi buah beserta kulitnya. Mengingat kebiasaan kita adalah membuang kulit dan memakan daging buahnya.


Padahal penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan kulit buah mengandung nutrisi penting dan manfaat kesehatan yang hampir sama dengan isi buahnya.

Salah satu kulit buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan adalah kulit manggis. Manggis atau dalam bahasa latih disebut Garcinia mangostana L, memiliki banyak sekali manfaat kesehatan mulai dari kulit, daging buah, hingga bijinya. Sehingga tidak berlebihan jika buah ini mendapat julukan Queen of Fruits (ratunya buah).

Kulit buah manggis mengandung xanthone, zat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, anti peradangan, antibakteri, antifungi, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Yuk, kita simak kandungan nutrisi apa saja yang terdapat dalam buah manggis serta manfaatnya bagi kesehatan.



Mengandung Xamthone

Komponen aktif utama dari buah manggis disebut xanthones. Xanthone adalah sejenis senyawa polifenol yang baru ditemukan yang secara biologis aktif dan secara struktural mirip dengan bioflavanoids. Senyawa ini jarang terdapat di alam, paling banyak ditemukan hanya dalam dua keluarga tanaman. 200 jenis xhantones alami yang sejauh ini telah diidentifikasi. Sekitar 40 jenis diantaranya telah ditemukan dalam buah manggis.

Xanthone dan turunannya telah terbukti memiliki beberapa manfaat, termasuk anti-inflamasi dan anti-alergi. Ada juga komponen lain dari buah manggis yang memiliki kualitas obat, termasuk polisakarida, sterol, proanthocyanidins dan catechin, sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan fungsi tubuh.


Rendah Kalori

Selain memiliki rasa yang lezat buah manggis juga rendah kalori. Cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Terdapat 63 kalori per 100 gr buah manggis. Tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Selain itu, buah manggis juga dapat mencukupi kebutuhan serat tubuh sebanyak 13 persen per 100 gramnya.


Kaya Vitamin C

Buah manggis dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh sebesar 12 persen per 100 gram daging buahnya. Vitamin C merupakan vitamin larut air yang bekerja kuat sebagai antioksidan. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit seperti, flu, infeksi, hingga kanker.

Buah manggis juga mengandung vitamin B kompleks seperti thiamin, niacin, dan folat. Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dalam memetabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.


Mengatasi Diare

Buah manggis menjadi buah yang cukup populer di Filipina. Masyarakat Filipina biasanya menggunakan hasil rebusan daun manggis dan kulitnya untukmengatasi berbagai gejala penyakit seperti, menurunkan suhu tubuh saat demam, mengatasi diare, sariawan, disentri, hingga gangguan saluran kencing.
Anti kanker

Kandungan xanthone dalam kulit dan buah manggis bersifat anti proliferasi dan apoptosis yakni, efektif untuk menghambat pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel kanker.


Mencegah Penyakit Jantung

Buah manggis juga mengandung sejumlah mineral seperti tembaga, mangan dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh untuk membantu mengontrol detak jantung, dan tekanan darah. Dengan demikian, buah manggis menawarkan perlindungan terhadap stroke dan penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, saat Anda mengonsumsi buah manggis, jangan buru-buru membuang kulitnya. Setelah mengonsumsi buahnya, buatlah seduhan sederhana dari kulit manggis untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Jangan lupa untuk mencuci bersih sebelum Anda mengolahnya.

Anda juga perlu berhati-hati, karena kulit manggis mengandung kadar resin, serat kasar, dan tanin yang bisa mengakibatkan gangguan pencernaan jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak.

Monday, February 11, 2013

Powered by TEMPE

Ada masakan yang membuatku selalu men-double-kan porsi makanku, yaitu masakan padang ...especially rendang. Tapi...ada juga masakan yang membuatku men-tripple-kan porsi...itulah 'tempe-penyet' !!

Secara 'sangat subjective' saya memberi 5 Bintang (strongly recommended) untuk segala menu Tempe, tapi saya bisa ngasih 6 Bintang (extremely recommended) untuk Tempe Penyet dan Mendhol Tempe.

Dan saya beri 7 Bintang (thank you sooo much) buat yang nraktir saya makan Tempe Penyet ... (hehehe...)

Untuk memaksimalkan nikmatnya menyantap masakan yang satu ini, paling mantap kalo tempe yang baru digoreng dengan kematangan 75% dan masih panas langsung di'penyet' di cobek setelah sebelumnya dipakai 'nguleg' sambal, plus nasi yang masih 'kebul-kebul'. Biarkan saja tempenya dicobek, gak perlu diunduh ke piring nasi, tapi cukup 'diteteli' sedikit demi sedikit sambil nyolek sambal- yang masih nempel dicobek ...

Resep Tempe Penyet, boleh klik disini.
 

Saya beruntung menggemari apapun menu Tempe, karena secara ekonomis harganya murah, sampai-sampai jarang ada menu tempe di restoran. Dan secara 'teknis', formula nya juga sehat.

Kandungan Gizi Tempe


Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram.
 

Baik untuk Semua Usia

Tempe merupakan hasil olahan kedelai melalui proses fermentasi. Selama proses fermentasi berlangsung, kedelai akan mengalami perubahan nilai gizi dan tekstur. Enzim pencernaan pun akan dihasilkan oleh Rhizopus oligosporus (kapang tempe) selama proses fermentasi berlangsung, itulah yang membuat tempe lebih nyaman di lambung.

Pengolahan kedelai menjadi tempe juga turut menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa, dua zat penyebab perut kembung. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam 100 gr tempe terkandung sekitar 20,8 gr protein, sehingga cocok dijadikan menu harian bagi Anda yang menerapkan diet tinggi protein.

Keutamaan tempe yang lain adalah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.
 

Sehat untuk Jantung

Dalam beberapa tahun terakhir, protein kedelai telah menjadi ikon baru dalam menjaga kesehatan jantung. Penelitian juga telah membuktikan bahwa kandungan protein dalam tempe dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 30-45 persen.
Seperti kita ketahui bahwa kolesterol jahat (LDL) adalah faktor penyebab tersumbatnya pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Penelitian juga menyebutkan bahwa tempe dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah, yang berguna untuk menekan jumlah kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.


Mengendalikan Gula Darah

Tempe juga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kandungan protein dan serat yang terdapat dalam tempe mampu mencegah naiknya kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya lebih berisiko mengalami aterosklerosis atau radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Inilah mengapa mengonsumsi tempe baik bagi penderita diabetes.
Mencegah Kanker

Kandungan serat dalam tempe tak hanya efektif untuk memperbaiki kinerja saluran cerna, tapi juga ampuh dalam mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker dan membuangnya dari dalam tubuh. Racun yang telah terikat tidak dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini.

So ... saya sangat bersyukur bahwa makanan kegemaran ini tidak salah kalau di konsumsi pagi, siang, dan sore ...setiap hari. Asal ada 'teman' tentunya ... :D


(food.detik.com ; duniafitnes.com ; wikipedia.org.id)

Saturday, February 9, 2013

Pil Tomat Yang Ampuh Melawan Kanker

Menurut para ilmuwan, pil yang mengandung bahan kimia yang ditemukan dalam kulit tomat ini dapat mengurangi risiko stroke dan memperlambat perkembangan kanker.


Laman The Telegraph menuliskan, pil ini disebut Ateronon, yang mengandung zat kimia lycopene, yang sebelumnya sudah terbukti mampu membantu memperlancar arteri yang tersumbat, dan salah satu manfaat kesehatan utama dari diet Mediterania.

Percobaan lebih lanjut juga menunjukkan bahwa obat alami ini mampu membuat pembuluh darah pasien lebih efisien, meningkatkan aliran darah dan melunakan arteri yang telah mengeras dengan usia.

Para peneliti percaya bahwa pil ini mungkin dapat membatasi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit jantung, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Pil ini mengandung senyawa lycopene yang telah dimodifikasi menjadi lebih mudah diserap oleh darah ketimbang versi alaminya yang ditemukan dalam tomat.

Ian Wilkinson, direktur unit uji klinis Cambridge University, mengatakan bahwa hasilnya ini merupakan kabar baik dan berpotensi sangat signifikan, tetapi membutuhkan lebih banyak percobaan.

Peter Kirkpatrick, penasihat medis untuk CamNutra, yang mengembangkan Ateronon, menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat keputusan yang pasti, namun hasil dari percobaan ini sudah jauh lebih baik dari yang mereka harapkan. (DuniaFitnes.com)

Buah dan Sayuran yang Ampuh Melawan Kanker

Seorang ahli gizi senior dari Boston, AS, telah mengungkapkan bahwa banyak buah-buahan dan sayuran yang bisa Anda masukkan dalam pola makan sehat untuk melawan kanker. 

Menurut penelitian, makan setidaknya satu buah apel sehari dapat membantu mencegah kanker tenggorokan, mulut, usus, paru-paru dan mungkin kanker payudara karena buah ini mengandung quercetin, nutrisi yang melindungi sel DNA dari kerusakan, yang bisa mengarah pada perkembangan kanker.

“Kuncinya, Anda sebaiknya memakan apel dalam keadaan mentah dan dengan kulit. Di situlah banyak nutrisi yang ditemukan,” ungkap Stacy Kennedy, ahli gizi dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston, AS.

Buah cranberry memiliki asam benzoat di dalamnya, yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan kanker paru-paru, kanker usus, dan beberapa jenis leukemia.

Sementara itu, sayuran berwarna-warni seperti bit, wortel, dan lobak memiliki warna dan rasa yang baik untuk kesehatan. “Semakin cerah dan banyak pigmen, semakin tinggi juga tingkat nutrisi yang ada dalam sayuran tersebut untuk melawan kanker,” kata Kennedy.

Menurut Kennedy, sayuran berdaun gelap adalah pilihan yang utama, karena kaya akan fitonutrien yang disebut indoles, yang merangsang detoksifikasi hati dan membantu melawan kanker. Sayuran gelap itu termasuk famili cruciferous, seperti brokoli, kol dan kubis Brussel.

Kennedy menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola makan kaya akan sayuran telah ditemukan memiliki risiko lebih rendah dari kanker paru-paru, prostat, dan perut.

Kennedy mengatakan bahwa pumpkin, labu, wortel, dan kentang manis sudah dikemas dengan nutrisi yang ampuh melawan kanker, karotenoid, yang dikaitkan dengan pencegahan kanker usus, prostat, payudara, dan paru-paru. (DuniaFitnes.com)

Friday, January 11, 2013

Apel - Si Buah Kebugaran



duniafitnes.comApples really can keep the doctor away? Pernahkah Anda berpikir apa alasan dibalik pertanyaan tersebut. Kenapa buah apel kerap kali dikaitkan dengan kebugaran dan sehat?


Berikut ini ulasan yang dilansir Men’s Fitness:

  1. Kulit apel adalah salah satu sumber makanan terbaik penghasil zat yang dikenal dengan quercetin. Antioksidan potensial ini sangat mahir menghancurkan radikal bebas penyebab penyakit di dalam tubuh. Selain itu, juga membantu melawan peradangan yang dapat menyebabkan tanda-tanda penuaan dini. Dosis besar quercetin juga terbukti dapat mencegah infeksi pernafasan-atas pada pria yang sering berlatih di gym.
  2. Orang yang makan apel lebih sering, lebih kecil kemungkinannya terkena sindrom metabolisme sekelompok penyakit, Seperti darah tinggi, tingkat kolesterol yang meningkat dan lemak perut berlebihan, yang mana semua ini dapat memperbesar risiko seorang pria terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
  3. Makan apel secara teratur juga mengurangi tingkat protein C-reaktif dalam darah, yang dapat juga menyebabkan penyakit yang telah disebutkan tadi. Penelitian menunjukkan bahwa apel mengandung sekelompok campuran yang berguna untuk mencegah perkembangbiakan sel-sel kanker di paru-paru dan pankreas.
  4. Satu apel ukuran sedang dengan kulitnya mengandung 5gr serat. Selain untuk menjaga metabolism Anda, serat juga membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol dan membantu tubuh Anda menyimpan glukosa (energi) di pembuluh darah, lebih dari setengah serat pada apel, ada di kulitnya.
  5. Apel terdiri dari 85% cairan. Makan satu apel ukuran sedang sama seperti minum 5 ons air. (aai)