the hands free

Thursday, October 2, 2014

OBD II Scan Tool : Juru Bicaranya Mobil

Kalau kemaren saya sudah copas tentang sistem OBD II,  sekarang .. saya coba copas lagi soal perangkat pemindai sistem OBD II. Sebutan kerennya OBD II Scan Tool.
Sistem OBD II yang sudah tertanam di banyak kendaraan penumpang dan truk, sistem ini punya peran penting sebagai "penterjemah bahasa mesin" dari sistem pengendalian kendaraan untuk disampaikan kepada pengguna-nya, supaya si pengguna bisa memantau segala sesuatu yang terjadi di dapur mesin.

Agar "pesan-pesan" yang disampaikan oleh sistem bisa dipahami oleh penggunanya, maka sistem OBD II di kendaraan ini masih membutuhkan sebuah perangkat luar yang disebut Scan Tool. Scan tool inilah yang merupakan saluran output dari sistem OBD II, supaya data-data yang dikeluarkan OBD II bisa dibaca oleh perangkat pembacaan.
Dengan sistem OBD yang sudah di-standard-kan sebagai OBD II, maka tidak lagi ada kesulitan bagi "orang awam" untuk mengetahui "kesehatan mobilnya". Karena dengan spesifikasi yang telah ter-standard tersebut, perangkat scan tool jadi mudah diperoleh dipasaran bahkan dengan harga yang murah.



OBD II Scantool terpasang
Beberapa model scan tool yang ada di pasaran. Mulai dari sederhana dan murah, sampai yang canggih dan rumit. Media transmisi datanya pun ada beberapa macam, ada wireless yang menggunakan sinyal Bluetooth dan Wifi untuk mentrasmisi data ke perangkat pembaca, selain itu ada juga yang menggunakan kabel penghubung antara socket di kendaraan dan perangkat pembaca.

Sebagai pemula (dan buat belajar), saya pakai Scan tool bluetooth "made in China", harganya gak sampai Rp 150ribu sudah termasuk bonus software-software nya. Karena kebetulan saya sudah ada sunvisor tablet holder, maka saya pilih monitor nya pakai android 7".

memonitor kinerja dapur mesin
menggunakan android 7"
Tapi ingat yaa ... scan tool tersebut diatas ini merupakan saluran output data-data performa kerja dapur mesin. Kalau ada masalah yang terjadi di dapur mesin, OBD II akan memberikan "fault code", atau bisa kita sebut "kode masalah". Kode masalah ini bukan lah saran perbaikan atau rujukan dimana terjadinya masalah.
Fault code ini menginformasikan keadaan komponen-komponen tertentu yang performanya menyimpang, bukan meng-informasikan komponen/parts yang bermasalah, karena sangat mungkin masalah yang sebenarnya justru telah mengakibatkan komponen yang sedang dipantau menurun kinerjanya. Misalnya saja, monitor temperature coolant yang melebihi batas, maka ini berarti ada ketidak-beresan pada sistem coolant, dan kita perlu melakukan crosscheck di monitor-monitor yang berhubungan dengan sistem coolant untuk mengidentifikasi dimana permasalahan yang sebenarnya.

-dz-



1 comment:

Altway said...

Sayangnya OBD2 bluetooth dongle yang ada di pasaran tidak ada yang bisa digunakan untuk beberapa mobil eropa lama, seperti Mercy W202, W124, W210, BMW, dll ...
Jadi yah terpaksa didiagnosa manual aja sambil makan camilan nugget dan kakinaga produksi Jaladri Food Pasuruan saja. Nyam nyam... Greng !